Unimed Ikut Berduka, Koleksi Surat Habibie Belum Sempat Diserahkan

Kamis, 12 September 2019 - 15:52 WIB
Unimed Ikut Berduka,...
Unimed Ikut Berduka, Koleksi Surat Habibie Belum Sempat Diserahkan
A A A
MEDAN - Wafatnya Presiden RI ke-3, BJ Habibie meninggalkan duka bagi dosen Universitas Negeri Medan (Unimed), Ichwan Azhari. Koleksi surat BJ Habibie yang disimpan Ichwan belum sempat diserahkan langsung kepada almarhum.

Ichwan menyimpan 7 surat dari ibunda Habibie yang ditujukan untuk Habibie ketika berada di Jerman. Surat-surat yang diperoleh dari seorang pedagang filateli itu belum sempat diserahkan kepada Habibie.

Melalui akun media sosialnya Ichwan memposting foto amplop berisi surat-surat tersebut. Kondisinya terlihat masih terjaga dengan baik. Ichwan menyebutkan diperolehnya surat-surat itu dari seorang pedagang filateli atau perangko pada tahun 1997.

Saat itu sedang musim dingin, Ichwan yang sedang kuliah di Hamburg, berangkat menuju Stutgart untuk mengunjungi Briefmarken Internasional Messe (Pameran Internasional Prangko/Filateli). Di sana dia bertemu dengan pedagang filateli tersebut.

"Pedagang perangko orang Jerman ini tahu nama Habibie, nama yang juga jadi legenda bagi banyak orang Jerman yang mengenal Indonesia. Saya waktu itu terkejut dan bertanya dari mana dia dapat begini banyak surat-surat untuk Habibie? Pedagang perangko Jerman itu sambil tertawa dengan enteng menjawab bahwa itu didapatnya dari tukang botot (tukang loak) di Hamburg," kata Ichwan, Kamis (12/9/2019).

Ichwan menduga hal itu mungkin terjadi saat pembantu di Rumah Habibie di Hamburg membersihkan keller, yakni ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai gudang. Saat gudang penuh dengan berbagai koran dan majalah, dan kemungkinan kumpulan surat-surat untuk Habibie terikut di dalam keller. Biasanya orang menelpon tukang loak untuk mengangkut barang barang itu dengan imbalan sekadarnya.

Dari tukang loak seperti itulah pedagang perangko Jerman itu mendapatkannya dan menjualnya di bursa perangko internasional di Stuttgart itu. Saat itu, kata Ichwan, dia melihat ada sekitar satu kardus surat-surat yang ditujukan untuk Habibie, namun karena berbagai keterbatasan, Ichwan hanya bisa membeli sepuluh surat yang dikirim ibunda Habibie untuk Habibie dan Ainun Habibie.

"Saya lihat ada satu kardus lagi surat-surat yang dikirim ke Habibie yang jatuh pada pedagang itu, dan dengan pilu saya berharap satu waktu bisa memborong semua surat-surat itu. Beberapa tahun berikutnya saat saya jumpa lagi dengan pedagang itu, surat-surat itu sudah tidak ada padanya, entah siapa yang membelinya," sebut Ichwan.
Unimed Ikut Berduka, Koleksi Surat Habibie Belum Sempat Diserahkan

Dari 10 surat itu, Ichwan hanya menyimpan 7 surat saja. Tiga lainnya telah diberikan kepada seorang filatelis, yang istrinya Margaret merupakan guru dari dua anak Habibie saat sekolah di Hamburg, yakni Ilham dan Thareq.

Surat-surat itu, berasal dari ibunda Habibie di Bandung yang dikirim ke Habibie di Hamburg antara tahun 1967-1970. Surat-surat tulisan tangan dari ibunda Habibie di amplop suratnya disebut dikirim RA Habibie (ibunya Habibie) beralamat di Jalan Imam Bondjol 24 Bandung. Surat dikirim ke Dr Ing BJ Habibie, Heinrich Bomhoff Weg 2, (2) Hamburg 52 W Djerman.

"Surat surat ini berbicara tentang kerinduan, cinta seorang ibu kepada anaknya Habibie, juga kepada Ainun, Ilham dan Thareq, dua cucu yang disayanginya. Suratnya dalam bahasa Belanda bercampur bahasa Indonesia dan bahasa Jawa," ungkap Ichwan.

Selama sekitar 20 tahun menyimpan surat-surat itu, Ichwan menuturkan sudah beberapa kali berupaya memberikan surat itu langsung pada Habibie, namun hingga kini belum kesampaian. "Ingin saya satu hari nanti menyerahkan surat ini ke Pak Ilham Habibie atau Pak Thareq Habibie yang banyak disebut sebut namanya oleh Eyang mereka," harapnya.
(rhs)
Berita Terkait
4 Universitas Swasta...
4 Universitas Swasta Terbaik yang Berada di Medan
Pawai Budaya Meriahkan...
Pawai Budaya Meriahkan HUT ke-432 Kota Medan
Hasil Quick Count Charta...
Hasil Quick Count Charta Politika, Bobby-Aulia Unggul 55,29%
Tokoh Melayu: Kolaborasi...
Tokoh Melayu: Kolaborasi Seni dan Budaya Melayu yang Digagas Bobby Nasution Patut Diapresiasi
2 YouTuber Divonis 8...
2 YouTuber Divonis 8 Bulan Gara-gara Sebar Hoaks Polisi Nunggak Pajak
Kota Medan Dikepung...
Kota Medan Dikepung Banjir
Berita Terkini
JKF 2026 Tegaskan Perkuat...
JKF 2026 Tegaskan Perkuat Kolaborasi Menuju Kota Global
1 jam yang lalu
Buruh Korban Penyekapan...
Buruh Korban Penyekapan Dilaporkan Balik Perusahaan Percetakan, Said Iqbal: Lawan, Jangan Takut!
1 jam yang lalu
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
2 jam yang lalu
UIN Jakarta Tegaskan...
UIN Jakarta Tegaskan Status Guru Triguna Tetap Aman, Tata Kelola Sekolah Beralih ke Skema BLU
3 jam yang lalu
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
3 jam yang lalu
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
Tentara China Ikut Perang...
Tentara China Ikut Perang Bantu Rusia Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved