Warga Jakarta Masih Banyak Tidak Peduli Keselamatan saat Berkendara
Minggu, 01 September 2019 - 20:05 WIB
Warga Jakarta Masih Banyak Tidak Peduli Keselamatan saat Berkendara
A
A
A
JAKARTA - Ribuan pengendara masih terjaring dalam Operasi Patuh Jaya 2019. Pada hari ketiga Operasi Patuh Jaya 2019, Sabtu (31/8), tercatat sebanyak 7.446 kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, ditilang karena melanggar berbagai aturan lalu lintas.
Banyaknya pelanggaran yang terjadi menandakan masih minimnya kesadaran berlalulintas warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Warga Ibu Kota masih banyak yang kurang peduli dengan keselamatan jiwa saat berkendara. Adapun jenis pelanggarannya bermacam-macam.
Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf menyebutkan, banyaknya pelanggar lalulintas di jalan Ibu Kota karena minimnya pengguna jalan yang kurang sadar akan tertib berlalulintas. "Memang masih banyak masyarakat yang tidak tertib ketika berkendara," ujarnya, Minggu (1/9/2019).
Menurutnya, selain pengguna kendaraan roda empat pengendara sepeda motor juga menjadi nomor satu pelanggar di Ibu Kota. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengendara sepeda motor saat ini cukup banyak, sehingga wajar jika menjadi pelanggar terbesar.
Pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara sepeda motor selain kelengkapan kendaraan seperti helm, surat-surat, dan lampu kendaraan. Banyak juga pengendara sepeda motor yang bertindak ugal-ugalan di jalan, seperti melawan arus.
"Kalau sudah ugal-ugalan akan sangat mengganggu pengendara lainnya," tuturnya.
Dari sisi jumlah, memang pelanggaran pada hari ketiga Operasi Patuh Jaya 2019, Sabtu kemarin sedikit berkurang dari hari sebelumnya, yakni 7.518 perkara menjadi 7.446. Kendati demikian, jumlahnya masih tetap tergolong tinggi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir menambahkan, kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang angka pelanggaran terbanyak, yakni 5.720 unit kendaraan.
Sedangkan pelanggar terbanyak kedua adalah mobil pribadi sebanyak 1.410 unit. Pada hari ketiga Operasi Patuh Jaya 2019, petugas tercatat memberikan teguran untuk 2.890 perkara pelanggaran lalu lintas, baik roda dua dan empat.
Operasi Patuh Jaya 2019 resmi dimulai pada tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya menurunkan 2.380 personel dari berbagai unsur yang didukung oleh unsur TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Operasi ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan. Tujuan lainnya adalah membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pihak kepolisian.
Selain itu, Operasi Patuh Jaya diharapkan bisa menekan jumlah angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas.
Banyaknya pelanggaran yang terjadi menandakan masih minimnya kesadaran berlalulintas warga di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Warga Ibu Kota masih banyak yang kurang peduli dengan keselamatan jiwa saat berkendara. Adapun jenis pelanggarannya bermacam-macam.
Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf menyebutkan, banyaknya pelanggar lalulintas di jalan Ibu Kota karena minimnya pengguna jalan yang kurang sadar akan tertib berlalulintas. "Memang masih banyak masyarakat yang tidak tertib ketika berkendara," ujarnya, Minggu (1/9/2019).
Menurutnya, selain pengguna kendaraan roda empat pengendara sepeda motor juga menjadi nomor satu pelanggar di Ibu Kota. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengendara sepeda motor saat ini cukup banyak, sehingga wajar jika menjadi pelanggar terbesar.
Pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara sepeda motor selain kelengkapan kendaraan seperti helm, surat-surat, dan lampu kendaraan. Banyak juga pengendara sepeda motor yang bertindak ugal-ugalan di jalan, seperti melawan arus.
"Kalau sudah ugal-ugalan akan sangat mengganggu pengendara lainnya," tuturnya.
Dari sisi jumlah, memang pelanggaran pada hari ketiga Operasi Patuh Jaya 2019, Sabtu kemarin sedikit berkurang dari hari sebelumnya, yakni 7.518 perkara menjadi 7.446. Kendati demikian, jumlahnya masih tetap tergolong tinggi.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir menambahkan, kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang angka pelanggaran terbanyak, yakni 5.720 unit kendaraan.
Sedangkan pelanggar terbanyak kedua adalah mobil pribadi sebanyak 1.410 unit. Pada hari ketiga Operasi Patuh Jaya 2019, petugas tercatat memberikan teguran untuk 2.890 perkara pelanggaran lalu lintas, baik roda dua dan empat.
Operasi Patuh Jaya 2019 resmi dimulai pada tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya menurunkan 2.380 personel dari berbagai unsur yang didukung oleh unsur TNI, dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Operasi ini diharapkan bisa meningkatkan keamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan. Tujuan lainnya adalah membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pihak kepolisian.
Selain itu, Operasi Patuh Jaya diharapkan bisa menekan jumlah angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas.
(shf)