Polusi Udara Tinggi, Warga Bekasi Waspadai Penyakit Pernapasan

Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:33 WIB
Polusi Udara Tinggi,...
Polusi Udara Tinggi, Warga Bekasi Waspadai Penyakit Pernapasan
A A A
BEKASI - Tingginya pencemaran polusi udara di Kota Bekasi, menimbulkan dampak kesehatan kepada masyarakat, terutama dampak kesehatan pernapasan terlebih pada musim kemarau ini. Masyarakat Bekasi harus mewaspadai penyakit pernafasan yang kerap dibawa dari udara yang tercemar polusi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati mengatakan, polusi udara yang terjadi membuat banyak masyarakatnya terkapar penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Dari data yang ada, pengidap penyakit ISPA pada tahun 2019 mencapai 3.363 penyakit," kata Dezi pada Selasa (20/8/2019).

Jumlah itu kemungkinan meningkat pada akhir tahun 2019 jika penyebaran polusi udara terus berlanjut. Selain gangguan saluran pernapasan, lanjut dia, ancaman lainnya yakni penyakit kulit.

Meski tidak terdapat peningkatan pada jumlah kasus, segala kewaspadaan harus tetap dilakukan. Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk memenuhi asupan air dalam tubuh untuk menangkis segala penyakit pernapasan.

Selain itu, penggunaan masker menjadi upaya pencegahan penyebaran pernapasan. Termasuk harus menjalani hidup bersih, selalu cuci tangan usai beraktivitas."Saat ini kami belum ada rencana pemberian masker gratis ke masyarakat, karena penyuluhan ke masyarakat sudah cukup baik," jelasnya.

Dezi mengaku, semua jenis penyakit pada dasarnya membahayakan jika tidak ditangani lebih awal. Untuk itu, perlu adanya kepedulian masyarakat kepada lingkungannya sendiri agar bisa menerapkan hidup sehat."Setiap orang yang terkena virus ini kebanyakan dilatarbelakangi kondisi fisiknya lemah," ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat bisa menjauhi pemakaian kendaraan pribadi. Termasuk menjauhkan tumpukan sampah yang ada di lingkungan rumah."Karena penyebaran penyakit itu bisa dihasilkan melalui asap yang dihasilkan dari knalpot dan pembakaran sampah," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Soal Polusi Udara, Pemkot...
Soal Polusi Udara, Pemkot Jaksel Akan Panggil Manajemen Mal Kasablanka
95 Kendaraan Dinas dan...
95 Kendaraan Dinas dan Pribadi ASN Pemkot Jakpus Tak Lolos Uji Emisi
Pemkot Bogor Tak Terapkan...
Pemkot Bogor Tak Terapkan WFH ASN Akibat Polusi Udara, kecuali....
Begini Langkah Ridwan...
Begini Langkah Ridwan Kamil Atasi Masalah Polusi Udara di Depok-Bekasi
September, Wali Kota...
September, Wali Kota Depok Terapkan 30 Persen WFO dan 70 Persen WFH bagi ASN
Kebijakan WFH, Pemkot...
Kebijakan WFH, Pemkot Tangsel Atur Ulang Jadwal Kerja 13.000 ASN
Berita Terkini
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
1 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
2 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
2 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
4 jam yang lalu
HUT ke-27 PNM, Ribuan...
HUT ke-27 PNM, Ribuan Buku Hadirkan Semangat Literasi bagi Anak-anak Pelosok
12 jam yang lalu
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
12 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved