Berantakan, Warga Jakarta Barat Keluhkan Perubahan Zonasi

Rabu, 14 Agustus 2019 - 19:18 WIB
Berantakan, Warga Jakarta...
Berantakan, Warga Jakarta Barat Keluhkan Perubahan Zonasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah warga di Jakarta Barat mengeluhkan dengan perubahan zonasi yang terjadi dilingkungannya. Perubahan ini membuat kondisi lingkungan menjadi berantakan dan mengancam keselamatan warga.

Tak hanya itu, lingkungan kotor terlihat di kawasan itu. Pembuang limbah yang sembarang membuat saluran air dipenuhi dengan sampah.

Seperti di Jalan Karya Barat II, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di lokasi itu, sejumlah gudang berdiri tegak di tengah pemukiman warga. Banyak warga menuding pendirian gudang dilakukan secara sepihak tanpa diskusi warga.

"Kemudian bangunan di sana juga kacau mas. Tiap pagi sore melakukan aktivitas menyebabkan kemacetan di lingkungan," ucap warga sekitar Monang Sagala di lokasi, Rabu (14/8/2019).

Monang menuding bila bangunan di sana menyalahkan izin. Sebab, saat masih membangun dirinya melihat plang nama masih berupa ijin mendirikan rumah tinggal. Sementara saat selesai terbangun, bangunan itu menjadi gudang.

Terhadap ini, Monang mengakui pihaknya telah melaporkan hingga ke tingkat Gubernur DKI, namun tak ada tanggapan. Lantaran pemprov DKI menyerahkan ke tingkat kelurahan.

"Dulu sempat mau ditertibkan saat zaman Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), tapi enggak jadi karena Pak Ahok keburu masuk sel," ucapnya.

Hal serupa juga terjadi di kawasan Tegal Alur, Kalideres Jakarta Barat, perubahan zonasi dari pemukiman ke industri mendapatkan penolakan warga. Spanduk penolakan terpasang disejumlah titik jalan.

Dalam spanduk berwarna kuning, sejumlah warga menolak keras di jadikannya wilayahnya sebagai zonasi industri. "Kita kecewa saja. Tanpa persetujuan kami, tiba-tiba dijadikan kawasan industri," ujar Maman (45), warga sekitar.

Maman mengungkapkan, bila wilayahnya dijadikan kawasan industri, bukan tak mungkin kondisi lingkungannya menjadi lebih kotor. Keselamatan warga menjadi terancam lantaran kendaraan berat akan sering melintas. "Ini yang jadi penolakan, di Jalan Kamal saja jembatan ambles karena di lewati truk, apalagi ini," kesalnya.

Maman berencana bersama dengan warga sekitar bakal mendatangi Balai Kota DKI Jakarta menolak tegas perubahan zonasi. Bahkan reaksi keras akan dilakukan dengan menghalangi truk yang melintas.
(mhd)
Berita Terkait
Amankan Masa Transisi...
Amankan Masa Transisi PSBB, Tiga Pilar Jakarta Barat Cek Kesiapan Pasar Kopro
Pemkot Jakbar Tangani...
Pemkot Jakbar Tangani Banjir di Tegal Alur, Tokoh Pemuda: Terus Keruk Sumbatan
Tak Ingin Terlena, Jakbar...
Tak Ingin Terlena, Jakbar Rutinkan Razia Pemakaian Masker di Pasar-pasar
Bikin Keramaian saat...
Bikin Keramaian saat PSBB, Satpol PP Pastikan Bubarkan Pasar Malam
Ribuan Pegawai Walkot...
Ribuan Pegawai Walkot Jakbar Ikuti Rapid Test Massal yang Digelar BIN
ASN Ditemukan Gantung...
ASN Ditemukan Gantung Diri di Gedung Parkir Kantor Pemkot Jakbar
Berita Terkini
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
58 menit yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
2 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
9 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
9 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
11 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
11 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved