Kemenag Pangandaran Sikapi Polemik Buku Fiqih Berisi Materi Khilafah

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 17:23 WIB
Kemenag Pangandaran...
Kemenag Pangandaran Sikapi Polemik Buku Fiqih Berisi Materi Khilafah
A A A
PANGANDARAN - Kementerian Agama (Kemenag) Pangandaran akan menyikapi polemik buku mata pelajaran Fiqih kelas XII Madrasah Aliyah (MA) kurikulum 2013 cetakan tahun 2016 yang berisi materi khilafah.

Plt Kepala Pendidikan Madrasah di Kemenag Pangandaran Sarip Hidayat mengatakan, pihaknya berencana akan menggelar rapat koordinasi pada Sabtu, (10/8/2019) di MAN 1 Pangandaran pukul 08.00 WIB.

"Rapat koordinasi akan menghadirkan seluruh Kepala Madrasah Aliyah, Kelompok Kerja Madrasah (KKM), Wakil Kepala Bidang Kurikulim dan Guru Mata Pelajaran Fiqih," kata Sarip Jum'at, (9/8/2019).

Sarip menambahkan, buku mata pelajaran Fiqih kurikulum 2013 telah beredar sejak tahun 2016 dan digunakan seluruh guru mata pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah di Pangandaran sebagai buku pegangan guru.

"Agenda pada rapat koordinasi bakal melakukan evaluasi silabus atau rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran tema tertentu yang mencakup standar kompetensi," tambahnya.

Sarip menjelaskan, jika pada silabus tidak ada materi khilafah, Kemenag Pangandaran akan mengintruksikan kepada guru mata pelajaran Fiqih untuk tidak menggunaan buku Fiqih kurikulum 2013 cetakan 2016 di kelas XII MA.

"Dasar guru pelajaran Fiqih menggunakan buku kurikulum 2013 karena pada ujian akhir ada pertanyaan materi khilafah, sehingga untuk memenuhi kebutuhan kegiatan belajar mengajar (KBM) buku tersebut masih digunakan," jelasnya.

Adanya kritikan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis-Pangandaran dan anggota DPRD Pangandaran soal buku Fiqih kurikulum 2013, Sarip mengaku kondisi di internal Madrasah Aliyah saat ini tidak nyaman.

Sementara Ketua HMI Komisariat Pangandaran Asep Irvan Hilmi mengatakan, kritikan yang dilontarkan HMI untuk perbaikan teknis KBM mata pelajaran Fiqih di Madrasah Aliyah. "Kami tidak ingin karena ada persoalan pada buku Fiqih kurikulum 2013 di kelas XII Madrasah Aliyah akhirnya siswa/siswi jadi korban aktivitas KBM," kata Asep.

Asep juga menambahkan, jika buku Fiqih kurikulum 2013 kelas XII Madrasah Aliyah dinilai bermasalah dan jadi opini nasional, maka segera dicari referensi buku pengganti. "Kami akan mengawal persoalan ini dan memberikan rekomendasi sebagai solusi ke Kemenag RI," jelasnya.
(nag)
Berita Terkait
Sekum Badko HMI Jabodetabeka-Banten...
Sekum Badko HMI Jabodetabeka-Banten Dukung Raihan Wujudkan Misi Berdaya Bersama
Review Film Lafran,...
Review Film Lafran, Biopik Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Abdul Rabbi Syahrir...
Abdul Rabbi Syahrir Maju Calon Ketum PB HMI 2021-2023
76 Tahun HMI: Membumikan...
76 Tahun HMI: Membumikan Paradigma Islam Empowering
Jokowi Diminta Waspadai...
Jokowi Diminta Waspadai Pejabat 'Aji Mumpung' di Tengah Covid-19
PB HMI Desak Pemerintah...
PB HMI Desak Pemerintah Evaluasi Kerja Sama Pertahanan dengan Prancis
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
4 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
5 jam yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved