DPRD DKI Enggan Bahas Wagub, Lebih Pilih Agenda ke Luar Daerah

Jum'at, 09 Agustus 2019 - 00:41 WIB
DPRD DKI Enggan Bahas...
DPRD DKI Enggan Bahas Wagub, Lebih Pilih Agenda ke Luar Daerah
A A A
JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta, lebih memilih agenda ke luar daerah ketimbang berkumpul untuk membahas penetapan Wakil Gubermur DKI Jakarta yang hingga saat ini tak kunjung terpilih.

Hal ini dibuktikan dengan adanya acara bimbingan teknik (Bimtek) ke pulau Dewata Bali pada 5-7 Agustus lalu. Kebalikannya, ketika diajak membahas kursi wagub, para politisi Kebon Sirih ini nampak susah berkumpul dan tidak masuk kantor dengan berbagai alasan kesibukan.

Akibat hal tersebut, kursi wagub yang dijanjikan DPRD DKI bisa terealisasi 22 Juli ternyata jadwalnya selalu mundur dan tak tahu kapan akan diselesaikan.

Ketua Komisi C DPRD DKI Santoso, tidak memungkiri terkait hal itu. Ia mengatakan, acara Bimtek di Bali hampir diikuti seluruh anggota dan pimpinan dewan.

"Kalau ke luar daerah kan, selain kita hadir untuk memenuhi tugas dan kewajiban kita sebagai wakil rakyat, kita juga bisa sekalian lihat-lihat daerah yang kita kunjungi," ujar Santoso kepada wartawan, Kamis (8/8/2019).

Sementara itu, dia tidak mengetahui mengenai alasan anggota dan pimpinan dewan untuk tidak menyudahi drama pemilihan Wagub DKI yang sudah kosong hampir 363 hari sejak di tinggal Sandiaga Uno untuk bertarung dalam pemilihan presiden 2019.

"Kalau saya sendiri sih selalu siap kapan pun bila harus diajak kumpul untuk membahas kursi wagub, tapi teman-teman yang lain khususnya para pimpinan mamang selalu saja ada alasan berhalangan hadir. Dampaknya sampai saat ini belum jelas kapan pemilihan wagub bakal digelar," ungkap Santoso.

Dihubungi terpisah, Ketua Fraksi PKB Hasbiallah, membenarkan kalau pemilihan wagub terganjal dengan kesibukan anggota dan pimpinan dewan.

"Kalau menurut saya sih, anggota dewan atau pimpinan dewan terkesan malas-malasan untuk membahas soal wagub karena ada alasan,"ujar Hasbi.

Menurut Hasbi, alasan itu bisa saja terganjal akibat nama dua Cawagub yang disodorkan ke anggota dan pimpinan dewan dirasa tidak dapat meyakinkan.

"Saya aja kurang berkenan dengan dua cawagub ini. Karena dari penilaian saya mereka kurang memahami persoalan Jakarta. Jadi itu alasan saya tak pernah tertarik untuk ikut membahas soal wagub," katanya.

Dikatakan Hasbi, sebaiknya PKS dan Gerindra menarik kembali Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai cawagub. Menggantinya dengan sosok baru.

"Saya punya keyakinan, proses pemilihan wagub akan berjalan cepat kalau cawagub yang disodorkan memenuhi kriteria untuk dipilih dewan," paparnya.
(pur)
Berita Terkait
Besok, Jokowi Lantik...
Besok, Jokowi Lantik Riza Patria sebagai Wagub DKI Jakarta
Gaji Gubernur DKI Cuma...
Gaji Gubernur DKI Cuma Rp3 Juta, Berapa Besaran Tunjangannya?
Pemprov DKI: Anies Bisa...
Pemprov DKI: Anies Bisa Tentukan Kebijakan Jelang Akhir Masa Jabatan
Ketua DPRD DKI Tanya...
Ketua DPRD DKI Tanya Berapa Tunjangan Anies dan Ariza? Begini Jawaban Sekda
DPRD DKI Gelar Rapat...
DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna Pemberhentian Anies-Ariza
Anggaran Sumur Resapan...
Anggaran Sumur Resapan Dicoret DPRD, Ini Respons Wagub DKI
Berita Terkini
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
8 menit yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
50 menit yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
1 jam yang lalu
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
1 jam yang lalu
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
2 jam yang lalu
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
2 jam yang lalu
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved