4 Tersangka Kasus Proyek APBN Sail Komodo di Labuan Bajo Resmi Ditahan

Rabu, 07 Agustus 2019 - 09:34 WIB
4 Tersangka Kasus Proyek...
4 Tersangka Kasus Proyek APBN Sail Komodo di Labuan Bajo Resmi Ditahan
A A A
LABUAN BAJO - Empat staf Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI) resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, 12 Juli 2019. Mereka ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Labuan Bajo atas dugaan kasus korupsi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Proyek Sail Komodo 2013.

Keempat tersangka berinisial YRA, HS, SN, dan STN, resmi ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, Selasa 6 Agustus 2019. Mereka diduga melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Labuan Bajo Ida Bagus Kadek menjelaskan, keterlambatan proses penahanan keempat tersangka, karena berbagai kendala, seperti sakit dan sebagainya. Kadek mengaku, sejak penetapan status tersangka pada Juli lalu, pihaknya sudah melayangkan tiga kali surat panggilan kepada keempat tersangka.

"Selasa pukul 10.30 wita, keempat tersangka didampingi delapan penasihat hukum Kemenko PMK RI, baru tiba di kantor Kejaksaan Manggarai Barat untuk memenuhi panggilan kami. Sedangkan yang satu lagi berinisial AA yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian pada saat itu, sedang dalam proses pemanggilan lanjutan,”kata Kadek, Rabu (7/8/2019).

Menurut Kadek keempat tersangka merupakan Panitia Penerimaan Hasil Pekerjaan (PPHP) pada proyek sail komodo enam tahun silam. "Malam kemarin (Selasa,-red) tepat pukul 22:30 Wita seusai pemeriksaan penyidik langsung melakukan penahan dan mereka sudah resmi ditahan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Labuan Bajo Alle Guntur, setelah menetapkan status penahanan terhadap empat tersangka, pihaknya langsung melakukan penahanan dan menitipkan di ruang tahanan Polres Manggarai Barat. "Tersangka langsung kami tahan malam ini dan sementara waktu, mereka dititip di ruang tahanan Polres Mabar," katanya.

Alle menjelaskan, alasan dilakukan penahanan pada malam itu atas pertimbangan subyektif dan obyektif. Yakni dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri dan atau menghilangkan barang bukti serta mengulangi perbuatan pidana.

Berdasar ketentuan dan peraturan perundang undangan yang berlaku, keempat orang ASN yang saat ini bertugas sebagai staf kementerian PMK itu, terancam pidana lebih dari lima tahun penjara.
(wib)
Berita Terkait
Obesitas Regulasi Pemberantasan...
Obesitas Regulasi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
Ini 4 Presiden Paling...
Ini 4 Presiden Paling Korup di Dunia
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Kasus Korupsi Proyek...
Kasus Korupsi Proyek Jalan, Jaksa Eksekusi Terpidana Andi Tejo Sukmono
Selama 2023, KPK Tetapkan...
Selama 2023, KPK Tetapkan 9 Pejabat Negara sebagai Tersangka Korupsi
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
8 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
9 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
10 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
10 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
11 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved