Di-bully Senior, 13 Siswi di Tangsel Ditampar hingga Dipaksa Berduel

Jum'at, 02 Agustus 2019 - 15:04 WIB
Di-bully Senior, 13...
Di-bully Senior, 13 Siswi di Tangsel Ditampar hingga Dipaksa Berduel
A A A
TANGERANG SELATAN - Praktik kekerasan fisik oleh senior terhadap juniornya dialami 13 siswi SMKN 7, Jalan Cempaka, Rengas, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka mengaku ditampari satu-persatu, bahkan hingga dipaksa berduel satu lawan satu.

Para siswi itu, mulanya tak mau mengadukan aksi bullying para seniornya. Namun karena merasa tertekan secara bathin, akhirnya mereka menceritakannya kepada keluarganya masing-masing.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, para korban merupakan siswi kelas 11 (2 SMKN) Jurusan Perhotelan.
Sedangkan para pelaku adalah seniornya, yakni kelas 12 (3 SMKN) Jurusan Kecantikan Rambut.

Aksi kekerasan fisik itu terjadi pada Sabtu 27 Juli 2019 malam di area Bukit Modern, Pondok Cabe, Pamulang. Setelah dihubungi, para korban dikumpulkan di lokasi. Barulah kemudian praktik bullying dilakukan.

Salah seorang ibu korban, Cindy menyebutkan, jika putrinya berinisial HV (17), ditampari secara bergantian oleh seniornya di lokasi. Bahkan tak hanya kekerasan fisik, makian dan intimidasi juga dia alami beserta 12 siswi lainnya.

"Kejadiannya itu Jumat dan hari Sabtu. Mereka dikumpulin, terus ditampar sama semua seniornya disitu. Dibentak-bentak segala macam, terakhir dimintakan uang juga," katanya di Tangsel, Jumat (2/8/2019).

Dilanjutkan dia, kekerasan fisik terhadap putrinya baru diketahui pada hari Senin 29 Juli 2019. Cindy curiga ketika HV selalu mengenakan masker di rumah. Begitu dicek, ternyata ada bekas memar akibat tamparan di bagian pipinya. "Kan dia pakai masker, jadi waktu dilihat ternyata ada bekas tamparan. Barulah diceritain kejadiannya," ucap Cindy.

Saat dikonfirmasi, pihak SMKN 7 membenarkan praktik kekerasan itu. Dikatakan, ada 9 siswi kelas 12 yang mengakui aksi kekerasan terhadap juniornya kelas 11. Bahkan para orang tua pelaku juga telah dipanggil ke sekolah. (Baca juga: Tertekan, Korban Bullying Sering Sembunyikan Penderitaannya )

"Semua ada 9 siswi yang melakukan itu, orang tuanya sudah kita panggil semua. Memang benar ada penamparan, ancaman, hingga dimintakan uang. Ada juga yang mengaku diajak berduel satu lawan satu. Jadi langkah kita ke depan ini adalah memediasi semua yang terlibat," jelas Kepala SMKN 7 Aceng Haruji saat ditemui secara terpisah.

Ditambahkannya, hingga saat ini semua siswi yang menjadi korban kekerasan seniornya diberikan toleransi untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah. Mereka "Dirumahkan" sementara, sambil menunggu pemulihan mental. Sedangkan ke-9 siswi pelakunya, tengah menjalani skorsing hingga proses mediasi selesai.

"Masih dirumahkan, tapi ada juga yang sudah memberanikan diri masuk sekolah, karena merasa sudah aman, prosesnya terus berjalan. Kalau 9 siswi yang melakukannya, di-skorsing seminggu ini," terangya.

Kegiatan belajar-mengajar siswa-siswi SMKN 7 di bagi pada 2 lokasi. Lokasi pertama di gedung yang baru dibangun di Jalan Cempaka, Rengas, Ciputat Timur. Ruangan kelas di gedung ini, dijadikan tempat belajar bagi siswa kelas 12 dan kelas 10, kantor guru, hingga kantor kepala sekolah.

Sedangkan lokasi belajar kedua, bertempat di daerah Cirendeu, Ciputat Timur, yakni menumpang di ruangan kelas milik SMPN 2 Cirendeu. Di sana kegiatan dikhususkan bagi siswa kelas 11. Pembagian lokasi belajar itu disebabkan terbatasnya ruangan kelas yang ada.
(mhd)
Berita Terkait
Sanksi Tegas Kekerasan...
Sanksi Tegas Kekerasan di Sekolah
Prabowo Tanggapi Kasus...
Prabowo Tanggapi Kasus Bullying di Sekolah: Harus Kita Atasi
Dua Lokasi Sekolah Ini...
Dua Lokasi Sekolah Ini Paling Banyak Terjadi Kasus Bullying Pelajar hingga Agustus 2023
Darurat Perundungan,...
Darurat Perundungan, Bagaimana Mencegahnya?
Cegah Kekerasan, Kurniasih...
Cegah Kekerasan, Kurniasih Dorong Aktivasi Satgas PPKS di Kampus
Pemerintah Bentuk Satgas...
Pemerintah Bentuk Satgas untuk Tekan Kasus Kekerasan Anak di Sekolah
Berita Terkini
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
1 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
4 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
8 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
8 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
9 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved