Minim Trotoar, Depok Diminta Tak Gengsi Minta Bantuan Pemprov DKI
Kamis, 25 Juli 2019 - 17:02 WIB
Minim Trotoar, Depok Diminta Tak Gengsi Minta Bantuan Pemprov DKI
A
A
A
DEPOK - Keberadaan trotoar di Depok khusus Jalan Margonda dianggap sangat tidak layak. Selain kondisinya yang jauh dari standar, secara fungsi trotoar itu tidak dapat digunakan. Pasalnya, trotoar justru banyak digunakan untuk pedagang kaki lima (PKL) berjualan.
Selain itu, trotoar di Jalan Margonda juga banyak dipakai untuk parkir kendaraan karena ruko di sepanjang jalan protokol Depok itu tidak menyediakan lahan parkir. Sehingga pemilik kendaraan memarkir di trotoar yang dampaknya mengganggu pejalan kaki.
Belum lagi pada malam hari, trotoar di Jalan Margonda dipenuhi dengan penjual makanan. Dan di akhir pekan, kondisinya lebih parah karena banyak kendaraan yang terparkir diatasnya.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, kondisi trotoar di Depok sangat miris. Berbeda jauh dengan kota lain semisal Bogor atau Jakarta.
"Saya ini warga Depok, pada waktu liburan saya harus mencari trotoar harus pergi ke Bogor. Depok ini fakir trotoar," katanya di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7/2019).
Padahal, kata dia, Depok memiliki visi Friendly City dan Kota Layak Anak. Kondisi trotoar yang ada sangat tidak ramah bagi pejalan kaki, apalagi anak-anak. Kondisi trotoar di Depok antara ada dan tiada, kata dia, hanya sepotong-sepotong itu pun tak luput dari jajahan parkir liar dan pedagang kaki lima.
"Seolah-olah ini ada pembiaran secara sistimatis dan ruko (rumah toko) serta gedung yang ada di Jalan Margonda, Depok ini hanya memfasilitasi konsumen mereka," ucapnya.
Dia meyakini kalau kondisi trotoar di Margonda saja demikian adanya, maka di wilayah lain di Depok pun akan lebih parah. Bukan tanpa alasan, kata dia, Margonda yang merupakan etalase Depok saja tak teratur kondisi trotoarnya. "Nah apalagi di wilayah lain, sudah pasti bar-bar," katanya.
Dia pun menagih berharap kepada Gubernur Jawa Barat untuk memperhatikan pendestarian yang ada di Kota Depok yang masuk di Jawa Barat. Terlebih Depok bersinggungan dengan Ibu Kota Negara.
"Jadi berharap ketika Ridwan Kamil menerjunkan yang namanya quick respon maka Depok ini bisa direspon dengan cepat juga," harapnya.
Dia juga mengimbau pada Pemkot Depok untuk tidak gengsi meminta bantuan pada Pemprov DKI serta Kementerian PUPR. Di kedua instansi tersebut memiliki anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan.
"Jadi enggak usah malu lah kalau memang enggak punya dana. Toh untuk Depok yang lebih baik kan itu dilakukan," tegasnya.
Sekretaris Dinas PUPR Depok, Citra Indah Yulianty mengatakan, bahwa perbaikan trotoar di Jalan Margonda Depok belum ada di tahun 2019 dan 2020. Rencananya, baru akan dilakukan perbaikan tahun 2021 secara keseluruhan. "Belum ada untuk tahun ini dan tahun depan. Rencana mungkin di tahun 2021," katanya.
Meski begitu Citra mengupayakan untuk perbaikan trotoar sementara, seperti yang berlubang dikit diperbaikan. "Untuk sementara pemeliharaan dulu," ujarnya. (Baca juga: Jalan Margonda Kerap Makan Korban, Warga Buat Petisi #SavePejalanKaki )
Selain itu, trotoar di Jalan Margonda juga banyak dipakai untuk parkir kendaraan karena ruko di sepanjang jalan protokol Depok itu tidak menyediakan lahan parkir. Sehingga pemilik kendaraan memarkir di trotoar yang dampaknya mengganggu pejalan kaki.
Belum lagi pada malam hari, trotoar di Jalan Margonda dipenuhi dengan penjual makanan. Dan di akhir pekan, kondisinya lebih parah karena banyak kendaraan yang terparkir diatasnya.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan, kondisi trotoar di Depok sangat miris. Berbeda jauh dengan kota lain semisal Bogor atau Jakarta.
"Saya ini warga Depok, pada waktu liburan saya harus mencari trotoar harus pergi ke Bogor. Depok ini fakir trotoar," katanya di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7/2019).
Padahal, kata dia, Depok memiliki visi Friendly City dan Kota Layak Anak. Kondisi trotoar yang ada sangat tidak ramah bagi pejalan kaki, apalagi anak-anak. Kondisi trotoar di Depok antara ada dan tiada, kata dia, hanya sepotong-sepotong itu pun tak luput dari jajahan parkir liar dan pedagang kaki lima.
"Seolah-olah ini ada pembiaran secara sistimatis dan ruko (rumah toko) serta gedung yang ada di Jalan Margonda, Depok ini hanya memfasilitasi konsumen mereka," ucapnya.
Dia meyakini kalau kondisi trotoar di Margonda saja demikian adanya, maka di wilayah lain di Depok pun akan lebih parah. Bukan tanpa alasan, kata dia, Margonda yang merupakan etalase Depok saja tak teratur kondisi trotoarnya. "Nah apalagi di wilayah lain, sudah pasti bar-bar," katanya.
Dia pun menagih berharap kepada Gubernur Jawa Barat untuk memperhatikan pendestarian yang ada di Kota Depok yang masuk di Jawa Barat. Terlebih Depok bersinggungan dengan Ibu Kota Negara.
"Jadi berharap ketika Ridwan Kamil menerjunkan yang namanya quick respon maka Depok ini bisa direspon dengan cepat juga," harapnya.
Dia juga mengimbau pada Pemkot Depok untuk tidak gengsi meminta bantuan pada Pemprov DKI serta Kementerian PUPR. Di kedua instansi tersebut memiliki anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan.
"Jadi enggak usah malu lah kalau memang enggak punya dana. Toh untuk Depok yang lebih baik kan itu dilakukan," tegasnya.
Sekretaris Dinas PUPR Depok, Citra Indah Yulianty mengatakan, bahwa perbaikan trotoar di Jalan Margonda Depok belum ada di tahun 2019 dan 2020. Rencananya, baru akan dilakukan perbaikan tahun 2021 secara keseluruhan. "Belum ada untuk tahun ini dan tahun depan. Rencana mungkin di tahun 2021," katanya.
Meski begitu Citra mengupayakan untuk perbaikan trotoar sementara, seperti yang berlubang dikit diperbaikan. "Untuk sementara pemeliharaan dulu," ujarnya. (Baca juga: Jalan Margonda Kerap Makan Korban, Warga Buat Petisi #SavePejalanKaki )
(mhd)