Mengukur Peluang Ahok Gubernur, Pengamat: Ingatan Publik Masih Negatif

Kamis, 25 Juli 2019 - 06:05 WIB
Mengukur Peluang Ahok...
Mengukur Peluang Ahok Gubernur, Pengamat: Ingatan Publik Masih Negatif
A A A
JAKARTA - Setelah tertutup peluang menjadi menteri Jokowi, kemungkinan Basuki T Purnama (Ahok) akan mencoba maju kembali menjadi kepala daerah. Namun, kasus penistaan agama yang membuatnya dipenjara selama dua tahun menjadi batu sandungan untuk maju di Pilkada Jakarta.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai peluang Ahok untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jakarta kemungkinan terjadi.

Hal ini diutarakan Ujang Komarudin, mengingat Ahok sudah tidak memiliki peluang untuk menjadi Menteri di era kepemimpinan Jokowi-Maruf, dikarena pernah tersandung kasus hukum di Pilkada Jakarta 2017 silam. ( Baca: Dinyatakan Bersalah, Ahok Divonis 2 Tahun Penjara )

"Menjadi Menteri sudah tidak bisa, yang kemungkinan bisa adalah posisi yang lain, seperti anggota DPR untuk 2024. Kemudian menjadi kepala daerah, ya kan 2020 sudah mulai pilkada serentak, atau nanti bersaing kembali dengan Anies di Pilkada Jakarta yang akan datang," ujar Ujang Komarudin saat dihubungi SINDOnews, Rabu (24/7/2019).

Namun Ujang menyatakan bahwa itu semua akan beresiko jika Ahok tetap ingin mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah di Jakarta. Pasalnya ingatan masyarakat Jakarta atas kasus yang menimpa Ahok masih kental terasa.

"Ingatan publik masih negatif terhadap Ahok. Itu yang menjadikan Ahok tidak akan bersaing lagi disitu (Jakarta), tapi kalau di daerah lain bisa saja begitu," ungkapnya.

Kemudian, Ujang menyarankan agar Ahok mencari daerah lain selain Jakarta, karena peluang untuk memenangkan masih terbuka lebar. "Kalau menurut saya bisa mencari daerah lain. misalkan representasi dukungan Ahok besar begitu, dan komunitas dianya juga banyak," imbuhnya. ( Baca juga: Surya Paloh Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 )

Terkahir, Ujang menanggapi soal kritik yang yang sering dilontarkan Ahok kepada Gubernur DKI saat ini, Anies Rasyid Baswedan. Ujang memandang bahwa kritik yang sifatnya membangun adalah wajar agar kinerja pemerintah lebih optimal. "Kritik boleh asalkan kritiknya itu objektif dan rasional," tandasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Komika Jadi Tersangka...
Komika Jadi Tersangka Penistaan Agama, Pengamat Ingatkan Bahayanya Pembelahan Masyarakat
Tangis Lina Mukherjee...
Tangis Lina Mukherjee di Sidang Kasus Penistaan Agama
Alasan Kesehatan, Selebgram...
Alasan Kesehatan, Selebgram Tersangka Penistaan Agama Lina Mukherjee Tidak Ditahan
Panji Gumilang Jalani...
Panji Gumilang Jalani Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama
Lina Mukherjee Dijebloskan...
Lina Mukherjee Dijebloskan ke Penjara, Kapok Bikin Konten Kontroversial
Aksi Tolak Ajaran Ponpes...
Aksi Tolak Ajaran Ponpes Al Zaytun Meluas
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
2 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
9 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
11 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved