Irigasi Tak Sempurna, Taman Vertikal Tugu Tani Mulai Rusak

Rabu, 24 Juli 2019 - 13:50 WIB
Irigasi Tak Sempurna,...
Irigasi Tak Sempurna, Taman Vertikal Tugu Tani Mulai Rusak
A A A
JAKARTA - Kondisi Taman Vertikal Tugu Tani yang belum lama direvitalisasi kini mulai rusak. Tanaman hias yang ditanam secara vertikal itu terlihat tidak terawat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar tanaman di taman vertikal ini mati mengering karena sistem pengairan yang tidak terpasang sempurna. Akibat tidak sempurnanya sistem irigasi, sebagian karpet yang menjadi media tanam nampak kusam dan dipenuhi lumut.

Kini, kondisi taman yang menutupi jejeran ruko di Simpang Jalan Menteng Raya hingga Simpang Tugu Tani ini tidak lagi indah dipandang. Sebaliknya justru menambah kusam Ibu Kota.

Toro (52) pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menilai, kondisi taman vertikal yang tak terurus ini membuat wajah kawasan Tugu Tani menjadi kumuh. Terlebih, kawasan tersebut merupakan salah satu ikon Jakarta yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Sayang sebenarnya kalau kondisinya tidak terawat kayak begini. Harusnya cepat perbaiki pengairannya supaya enggak rusak," ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (23/7/2019).

Hal serupa juga diutarakan Suryadi (49), pemilik warung kelontong di sekitar taman vertikal Tugu Tani. Menurutnya, taman ini harus segera diperbaiki. Terlebih, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tengah menata ulang jalur pendestrian di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kalau bisa secepatnya dibenerin. Soalnya kan trotoar di Cikini lagi dibangun. Masa iya kalau di sana sudah cakep, di sini justru jelek. Apalagi ini kan jaraknya dekat," keluhnya

Buruknya kondisi Taman Vertikal Tugu Tani mendapat sorotan Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Yoga. Dia mendesak dinas terkait segera memperbaiki taman tersebut dengan membuat sistem penyiraman otomatis.

"Selama musim kemarau ini, sistem pemeliharaan taman harus dilakukan dengan lebih baik. Salah satunya menggunakan sistem penyiraman otomatis. Sehingga waktu penyiraman terjaga," katanya.

Menurut Nirwono, kerusakan sistem pengairan dapat mempengaruhi kondisi taman. Hal inilah yang terjadi di Taman Vertikal Tugu Tani yang menyebabkan tanaman tidak tumbuh seragam.

"Kalau sistem penyiramannya tidak diperiksa berkala, tanaman justru rusak dan mati," imbuhnya. (Baca juga: Hijaukan Jakarta, Dinas KPKP DKI Galakkan Urban Farming )

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Fajar menyampaikan, Taman Vertikal Tugu Tani akan diubah sesuai tema HUT Kota Jakarta tahun ini yakni Wajah Baru Jakarta.

"Ada rencana penataan. Kami sedang desain untuk Wajah Baru Jakarta. Tapi sementara kami lagi konsen untuk persiapan HUT Kemerdekaan," ucapnya.

Terkait keringnya tanaman di Taman Tugu Tani, Fajar mengaku telah melakukan antisipasi dengan menyiram tanaman secara manual. "Kita siram manual menggunakan mesin alkon atau selang air yang ada kran," tandasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bangun 235 Taman dalam 3 Bulan
Via Instagram, Anies...
Via Instagram, Anies Unggah Keindahan Taman Sungai Kendal
Pemprov DKI Tutup Seluruh...
Pemprov DKI Tutup Seluruh Taman, Hutan Kota, dan Ragunan
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Buka 25 Taman dan 3 Hutan Kota
Pemkot Jakpus Siapkan...
Pemkot Jakpus Siapkan Sanksi Tegas bagi Perkantoran yang Abaikan Protokol Kesehatan
DKI Tutup Sementara...
DKI Tutup Sementara Tebet Eco Park hingga Akhir Juni 2022
Berita Terkini
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
53 menit yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
1 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
1 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
1 jam yang lalu
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
2 jam yang lalu
SMP IL Kapten Fatubaa...
SMP IL Kapten Fatubaa NTT Raih Juara Utama di Kompetisi AIA Healthiest Schools 2026
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved