Jumlah Penduduk Miskin Turun 0,07%, Warga NTB Dinilai Mampu Bertahan Pascagempa

Senin, 15 Juli 2019 - 20:59 WIB
Jumlah Penduduk Miskin...
Jumlah Penduduk Miskin Turun 0,07%, Warga NTB Dinilai Mampu Bertahan Pascagempa
A A A
MATARAM - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan, persentase penduduk miskin terhadap total penduduk di NTB pada Maret 2019 sebesar 14,56%. Angka ini menurun 0,07% poin dibanding September 2018 yang sebesar 14,63%.

Kabid Statistik Sosial BPS Provinsi NTB, Arrief Chandra Setiawan menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB pada Maret 2019 tercatat sebesar 735,960 orang (14,56%). Pada September 2018, jumlah penduduk miskin di NTB sebesar 735,620 orang (14,63%).

“Memang terlihat angka kemiskinan naik tipis 340 orang selama periode tersebut karena adanya penambahan jumlah penduduk. Namun jika dilihat dari persentase penduduk miskin terhadap total penduduk selama periode September 2018 – Maret 2019 yaitu ada penurunan sebesar 0,07% poin,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (15/7/2019).

Pada periode September 2018 - Maret 2019, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di NTB mengalami penurunan dari 2,380 pada September 2018 menjadi 2,327 pada Maret 2019. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di NTB cenderung mendekati garis kemiskinan.

Kemudian Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan dari 0,551 pada September 2018 menjadi 0,478 pada Maret 2019. Ini berarti kesenjangan di antara penduduk miskin semakin mengecil.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB Najamuddin Amy saat menghadiri agenda rilis di BPS NTB, mengatakan, Provinsi NTB pascagempa sering diasumsikan dengan daerah yang terpuruk dari sejumlah sektor, salah satunya terkait kemiskinan. Namun berdasarkan penghitungan yang dilakukan BPS NTB dari September 2018 – Maret 2019, persentase penduduk miskin terhadap total penduduk di NTB justru menurun meskipun tipis.

“Kami memiliki daya tahan karena pasokan makanan dan non-makanan selama pascagempa tetap mengalir dari banyak pihak. Sehingga angka 0,07% ini harus disikapi sebagai optimisme. Saat kita terpuruk pun, kita masih bertahan di angka 0,07% poin itu,” kata Najamuddin Amy.

Dia menambahkan, optimisme pemerintah daerah untuk terus menurunkan angka kemiskinan di NTB tetap dibangun. Intervensi anggaran dari APBD terutama di sektor-sektor yang menjadi penyusun garis kemiskinan ini akan dilakukan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
(wib)
Berita Terkait
Kisah Pilu Anastasia...
Kisah Pilu Anastasia dan 4 Anaknya yang Tinggal di Gubuk Reyot Beratap Daun Kelapa
Puluhan Kartu BPJS Warga...
Puluhan Kartu BPJS Warga Miskin di Bima Ditemukan Mengendap di Kantor Kalurahan
BPS Sebut Jumlah Penduduk...
BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Barat 4 Juta Orang
Jurus Rohmi-Firin Tekan...
Jurus Rohmi-Firin Tekan Angka Kemiskinan dan Sejahterakan Masyarakat Pesisir di NTB
FORNAS VIII 2025: Ajang...
FORNAS VIII 2025: Ajang Olahraga, Budaya, dan Penggerak Ekonomi!
Banjir Kepung 3 Daerah...
Banjir Kepung 3 Daerah di NTB: 1 Warga Meninggal, 2.000 Lebih KK Terdampak
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
3 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
4 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
7 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
8 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
8 jam yang lalu
Infografis
Perang lawan Rusia,...
Perang lawan Rusia, Ukraina hanya Mampu Bertahan 15 Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved