Pemprov DKI Rencanakan Hujan Buatan untuk Kurangi Polusi Udara

Kamis, 04 Juli 2019 - 06:04 WIB
Pemprov DKI Rencanakan...
Pemprov DKI Rencanakan Hujan Buatan untuk Kurangi Polusi Udara
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berencana membuat hujan buatan untuk mengurangi polusi udara. Jakarta saat ini memasuki periode El Nino hingga tiga bulan mendatang dan rawan pencemaran udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, berdasarkan rapat dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), cuaca di Jakarta saat ini masuk dalam periode El Nino yang diprediksi hingga tiga bulan ke depan mengalami musim panas tanpa turun hujan.

Dalam musim kemarau seperti ini, lanjut Andono, BMKG memprediksi partikel yang dihasilkan aktivitas kota ini akhirnya menutup dan membentuk lapisan di atmosfer. "Dengan adanya lapisan di atmosfer yang terakumulasi, itu pencemarannya juga akan tetap di situ-situ saja. Itu makanya yang disebut kemarau juga punya pengaruh kepada tingkat pencemaran," kata Andono di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu, 3 Juli 2019.

Andono menjelaskan, lapisan atmosfer yang tercemar itu baru terbuka ketika hujan turun sama halnya seperti pakaian kotor yang akan bersih ketika dicuci menggunakan air. Artinya, kotoran di udara akan bersih apabila tersiram air hujan.

Untuk itu, Menurut Andono, hujan buatan menjadi salah satu opsi memperbaiki pencemaran udara selain memperketat uji emisi dan mengimbau masyarakat menggunakan kendaraan angkutan umum. "BPPT sudah menawarkan modifikasi cuaca. Kan ada di Twitter Kepala BPPT untuk modifikasi cuaca bisa berarti hujan buatan. Itu nanti pembahasannya dilakukan. Tapi memang itu termasuk opsi ini enggak bisa kita, Pemda DKI enggak punya keahlian dan resource itu," jelasnya.

Penyebab utama pencemaran udara itu, lanjut Andono adalah transportasi atau sekitar 75%, sisanya aktivitas industri dan domestik. Dengan diketahuinya penyebab utama pencemaran udara tersebut, seharusnya masyarakat dapat berperan serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Khususnya di wilayah yang sudah terlayani angkutan umum.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin menilai percuma opsi hujan buatan dilakukan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta. Sebab, penyumbang polusi udara di Jakarta bukan hanya dari Jakarta saja, melainkan dari daerah-daerah sekitar Jakarta.

Kemarau Jakarta ini, lanjut Safrudin, terdapat angin munton dari arah Tenggara dan Timur. Artinya, ada potensi polusi udara tercemar dari Jawa Barat sebelah Utara masuk ke Jakarta. "Hujan buatan itu enggak ada guna," tegasnya.

Ketua Koalisi Pejalan Kaki itu menyarankan agar Pemprov DKI gencar merazia emisi dan disidangkan ke pengadilan dengan sanksi perawatan hingga baku mutu emisi. Kemudian, pemerintah pusat juga menghentikan pabrik yang berpolusi di daerah Jakarta dan sekitarnya.

"Presiden melalui Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) harus menghentikan premium 88, Pertalite 90, Solar 48 dan Dexlite," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Buka Pelatihan...
Pemprov DKI Buka Pelatihan Kerja untuk Pendatang Pascalebaran
Pemprov DKI Bongkar...
Pemprov DKI Bongkar 98 Tiang Monorel Mangkrak, Anggaran Rp100 Miliar
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Pemprov DKI Siapkan...
Pemprov DKI Siapkan Empat Waduk untuk Antisipasi Banjir
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Pemprov DKI Cabut KJP...
Pemprov DKI Cabut KJP dan KJMU yang Tidak Tepat Sasaran
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
1 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
1 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
2 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
4 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Potong Pajak Pembelian BBM 5%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved