Pemprov DKI Ajukan Revisi Perda tentang Pengelolaan Sampah

Jum'at, 28 Juni 2019 - 18:01 WIB
Pemprov DKI Ajukan Revisi...
Pemprov DKI Ajukan Revisi Perda tentang Pengelolaan Sampah
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta telah menyampaikan usulan perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) No 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah dalam rapat paripurna bersama DPRD DKI Jakarta. Perubahan dilakukan untuk mengakomodasi berbagai terobosan dan inovasi dalam pengelolaan sampah Ibu Kota.

Saat ini Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, sudah mencapai 39 juta ton atau sekitar 80% dari kapasitas maksimalnya 49 juta ton. Sementara rata-rata volume sampah dari DKI Jakarta yang terkirim ke TPST Bantar Gebang pada 2018 sebesar 7.452,60 ton/hari.
Jika dibiarkan, maka diperkirakan pada tahun 2021 TPST Bantar Gebang tidak lagi mampu menampung sampah dari Provinsi DKI Jakarta. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, revisi Perda No 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah sangat dibutuhkan.

Berbagai terobosan dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, di antaranya adalah mendorong lahirnya gerakan masyarakat agar terlibat dalam pengurangan sampah di sumber. Salah satunya adalah mempercepat pembangunan proyek pengelolaan sampah dengan konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) untuk mengolah sampah di dalam kota.

"Ini sesuai harapan Gubernur pengelolaan sampah merupakan kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat," kata Andono di Jakarta pada Jumat (28/6/2019). Saat ini Pemprov DKI Jakarta menargetkan tersedianya empat ITF dalam kota.

ITF Sunter di Jakarta Utara menjadi salah satu ITF yang sudah dilakukan groundbreaking pada 20 Desember 2018, pembangunannya dilakukan dengan skema penugasan kepada BUMD, PT Jakarta Propertindo. Selain ITF Sunter juga akan dibangun ITF lainnya di Marunda, Cakung, dan Jakarta Barat.

Untuk meningkatkan kualitas penanganan sampah dilakukan dengan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan di fasilitas pengolahan sampah antara (FPSA), yang bentuknya berupa ITF, TPST, TPST 3R (reduce, reuse, recycle), bank sampah, komposting, dan lainnya.

"Berbagai terobosan ini diharapkan mampu mereduksi 80% sampah di dalam kota, sehingga dapat mengurangi ketergantungan dan memperpanjang usia pakai TPST Bantar Gebang," ungkapnya.

Namun, lanjut Andono, berbagai terobosan dan inovasi tersebut memerlukan dukungan regulasi, kelembagaan, dan finansial yang memadai. “Salah satu komponen krusial adalah terkait dengan pembiayaan, maka kita membutuhkan revisi Perda sebagai payung hukumnya," kata Andono.

Terkait pembiayaan, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan terminologi baru, yakni biaya layanan pengolahan sampah (BLPS) dalam revisi perda tersebut. BLPS akan dimasukkan dalam bagian pendanaan pengelolaan sampah.

Terminologi BLPS sebelumnya sudah muncul lebih dulu dalam Perpres No 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Selain itu, revisi Perda ini juga dimaksudkan agar Pemprov DKI Jakarta dapat melakukan kerja sama dengan pihak lain dalam pengadaan dan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah, baik dengan BUMD maupun badan usaha swasta.
(whb)
Berita Terkait
Fasilitas Pengolahan...
Fasilitas Pengolahan Sampah RDF Rorotan Beroperasi Akhir 2024
Lebaran, Volume Sampah...
Lebaran, Volume Sampah Warga Jakarta Menurun
Imbas Aksi May Day 2023,...
Imbas Aksi May Day 2023, Pemprov DKI Jakarta Angkut 30 Ton Sampah
Pemprov DKI Bakal Kerahkan...
Pemprov DKI Bakal Kerahkan Drone untuk OTT Pembuang Sampah di Bantaran Kali
PLN EPI-Pemprov DKI...
PLN EPI-Pemprov DKI Jakarta Olah Sampah Jadi Bahan Bakar
Inilah Ragam Teknologi...
Inilah Ragam Teknologi Pengolahan Sampah untuk Perkuat ITF Sarana Jaya
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
27 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
31 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved