7 Bulan Menunggu, Ratusan Korban Tsunami Terima Bantuan Jaminan Hidup dari Pemerintah

Kamis, 27 Juni 2019 - 10:31 WIB
7 Bulan Menunggu, Ratusan...
7 Bulan Menunggu, Ratusan Korban Tsunami Terima Bantuan Jaminan Hidup dari Pemerintah
A A A
LAMPUNG SELATAN - Setelah menunggu selama 7 bulan, ratusan korban tsunami di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, akhirnya menerima bantuan berupa santunan dan jaminan hidup dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Diketahui bencana tsunami menerjang wilayah Lampung Selatan pada 22 Desember 2018.

Seorang penerima bantuan santunan ahli waris, Rudi Saputra warga Desa Way Muli Timur, Lampung Selatan, kehilangan tempat tinggal serta kehilangan dua orang anaknya yang berusia 8 dan 3,5 tahun. Rudi Saputra juga masih menjalani perawatan akibat patah kaki dan sudah menjalani 7 kali operasi.

Rudi menerima santunan Rp30 juta sebagai bantuan jaminan hidup. Dia sudah tujuh bulan menjalani perawatan kakinya yang patah. Dia memilih tinggal di dekat rumah sakit untuk memudahkan proses perawatan. “Saya fokus pada proses menyembuhkan kaki,” katanya, Kamis (27/6/2019).

Bantuan secara simbolis diserahkan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat kepada Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto di Aula Sebuku Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan.

Bantuan yang diserahkan tersebut meliputi santunan kematian sebesar Rp1,830 miliar untuk 122 ahli waris korban meninggal dunia. Setiap ahli waris memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta, 13 ahli waris di antaranya telah menerima santunan dari Kementerian Sosial pada Januari 2019.

Selanjutnya bantuan jaminan hidup yang diberikan kepada 1.178 jiwa dengan bantuan sebesar Rp10.000 per jiwa selama 60 hari dengan nominal sekitar Rp706,8 juta. Semua santunan disalurkan dalam bentuk rekening dan total bantuan untuk korban tsunami di Lampung Selatan sebesar Rp2,342 miliar.

“Diharapkan bantuan yang diterima oleh para korban tsunami nanti dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bantuan ini dibelanjakan hal yang penting dan akan lebih baik jika dapat menjadi stimulan untuk modal usaha sehingga dapat lebih mandiri,” kata Harry.
(wib)
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
4 Tsunami Dahsyat yang...
4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia
Hasil Pemodelan BMKG,...
Hasil Pemodelan BMKG, Tsunami di Selat Sunda Akibat Gempa Magnitudo 8,7 Bisa Sampai Jakarta
Sejarah Gempa dan Tsunami...
Sejarah Gempa dan Tsunami di Selat Sunda, 1903 Paling Dahsyat
BNPB Gelontorkan Dana...
BNPB Gelontorkan Dana Rp114 M Percepat Rehab Pascatsunami Selat Sunda
Ancaman Megathrust dan...
Ancaman Megathrust dan Tsunami Selat Sunda hingga Jakarta, BPBD Mitigasi Bencana
Berita Terkini
Dukung Kapolda Cup 2026,...
Dukung Kapolda Cup 2026, HGI Dorong Pertumbuhan Olahraga Asah Otak
56 menit yang lalu
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
1 jam yang lalu
CFIRST Sayangkan Langkah...
CFIRST Sayangkan Langkah JPU Ajukan Banding dalam Kasus Dedi Saputra
1 jam yang lalu
Ternyata Pelajar Pembawa...
Ternyata Pelajar Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Korban Bully
1 jam yang lalu
DPRD Kota Bandung Rancang...
DPRD Kota Bandung Rancang Regulasi Baru untuk Dorong Kinerja BPR Bandung
3 jam yang lalu
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Anak Yatim Akibat Covid...
Anak Yatim Akibat Covid Perlu Jaminan Perlindungan dari Pemerintah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved