Bupati Serang: Darurat AKI-AKB, Harus Bergerak Bersama

Selasa, 25 Juni 2019 - 19:54 WIB
Bupati Serang: Darurat...
Bupati Serang: Darurat AKI-AKB, Harus Bergerak Bersama
A A A
SERANG - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah merespons serius terkait peningkatan angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB) di Kabupaten Serang. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dikumpulkan bersama para bidan, dokter, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Untuk itu secara khusus Pemerintah Kabupaten Serang mengundang Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo sebagai narasumber workshop karena telah sukses menekan AKI-AKB di daerahnya. “Ini masuk darurat siaga satu. Jika masuk darurat, segala upaya harus dilakukan dan bergerak bersama. Berkomitmen bersama,” kata Tatu dalam Workshop Penggalangan Komitmen Dalam Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Aula Tb Suwandi, Selasa (25/6/2019).

Sekadar diketahui, pada 2018 terdapat 61 kasus AKI dan 240 kasus AKB di Kabupaten Serang. Kemudian pada 2019, per Juni sudah ada kasus 43 AKB dan 83 AKI. Untuk menekan jumlah kasus tersebut, Bupati Tatu telah membuat surat edaran terkait pembagian tugas dari mulai antar OPD, camat, puskesmas, kepala desa, puskesmas, hingga ke elemen masyarakat.

Menurut Tatu, pola hidup sehat di masyarakat harus membudaya dan sosialisasi hidup sehat harus terus ditingkatkan. Selanjutnya, jika ada kasus AKI-AKB, maka harus dilakukan audit dan dievaluasi bersama. “Harus diakui, kesadaran masyarakat berpola hidup sehat masih kurang. Kemudian sosialisasi dari dinas juga belum maksimal. Ini masalah kita selesaikan bersama-sama, bergerak bersama,” ujarnya.

Tatu menegaskan, soal biaya persalinan, Pemkab Serang sudah menjamin tidak dipungut biaya karena ada jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dan jaminan persalinan (Jampersal). Meski anggaran Jampersal dari pemerintah pusat menurun, dari Rp12 miliar pada 2018, menjadi Rp1,3 miliar pada 2019. “Semoga bisa masuk anggaran dari pemerintah provinsi, sehingga bisa lebih cepat menekan AKI-AKB,” tegas Tatu.

Menurut Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo langkah pertama untuk menekan AKI-AKB adalah membangun integritas dan komitmen antarstakeholder. “Mencegah kematian, itu dengan hati dengan kesungguhan. Perlu ditingkatkan adalah sistemnya. Saya lihat sudah terbangkitkan, camat hingga tokoh masyarakat,” ujarnya.

Mengenai surat edaran Bupati Serang perihal pembagian tugas di OPD dan masyarakat, jika ini dijalankan, maka akan sukses. "Bahkan jika ada kasus kematian, harus diaudit. Dievaluasi penyebabnya dan siapa yang salah. Ibu Bupati Serang sudah luar biasa, menggerakkan semua,” ujar pria yang akan dilantik menjadi Kepala BKKBN ini.
(alf)
Berita Terkait
Perangi Covid-19, PMI...
Perangi Covid-19, PMI Turunkan Gunner di Ibu Kota Banten
Hari Bhayangkara ke-74,...
Hari Bhayangkara ke-74, Pemkab Serang-Polri Perkuat Program Kampung Tangguh
Wisata Agro Waruwangi...
Wisata Agro Waruwangi Diresmikan, Mimpi Bupati Serang Terwujudkan
Diapresiasi DPR RI,...
Diapresiasi DPR RI, Bupati Serang Perjuangkan Nasib Honorer
Teriakan Takbir dan...
Teriakan Takbir dan Tangis Ratu Tatu Iringi Doa Ulama
Pemkot Bengkulu-Pemkab...
Pemkot Bengkulu-Pemkab Serang Sinergikan Program Keagamaan
Berita Terkini
Teknologi Pupuk Hayati...
Teknologi Pupuk Hayati Dongkrak Produktivitas Sawah di Subang, Hasil Panen Tembus 4,76 Ton per Hektare
3 jam yang lalu
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
3 jam yang lalu
Perkuat Sinergi Polri...
Perkuat Sinergi Polri dan Media lewat Padel Bhayangkara Cup 2026
4 jam yang lalu
Jawab Kebutuhan Industri,...
Jawab Kebutuhan Industri, UMB Kenalkan Profesi Insinyur pada Siswa SMK
5 jam yang lalu
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
5 jam yang lalu
Puluhan Profesor dan...
Puluhan Profesor dan Dosen UNJ bersama Billy Mambrasar, Latih Seribu Guru di Daerah Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved