Musnahkan Sampah Organik, DLH Muba Kembang Biak Lalat Tentara Hitam (BSF)

Selasa, 25 Juni 2019 - 06:00 WIB
Musnahkan Sampah Organik,...
Musnahkan Sampah Organik, DLH Muba Kembang Biak Lalat Tentara Hitam (BSF)
A A A
SEKAYU - Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 24-28 Juni 2019 banjir akan inovasi.

Misalnya saja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba yang pada rangkaian Peda KTNA ke-13 ini memamerkan inovasi tata cara pembiakan lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF).

"Larva dari lalat BSF ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik dan hasilnya untuk bahan pakan ternak. Khususnya larva untuk pakan ikan," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba, Andi Wijaya Busro.

"Lalat BSF bertelur di sekitar sampah. Dia meletakkannya di tempat kering dan bersih. Berbeda dengan lalat hijau," tambahnya.

Selain itu, lalat BSF tidak memiliki mulut. Dia hanya memiliki alat pengecap untuk memperoleh cairan dari tempat yang lembab. Dengan demikian, lalat BSF berbeda dengan lalat hijau yang membawa virus dan bakteri dari mulutnya.

Lalat BSF dewasa hanya hidup sembilan hari. Selama hidupnya, lalat BSF hanya kawin dan bertelur. Setelah proses berkembang biak, lalat jantan akan mati terlebih dahulu.

"Selang satu atau dua hari, lalat betina akan bertelur, kemudian mati," jelasnya.

Dikatakan, sistem kerjanya, sampah akan dikonsumsi oleh maggot lalat BSF ini Kemudian, maggot yang sudah dikumpulkan akan dijadikan pakan untuk unggas dan ikan lele.

"Lalat BSF atau Sebutan lainya Maggot tidak hinggap di sampah seperti lalat hijau. Jika lalat hijau langsung hinggap dan bertelur di sampah, sebaliknya lalat Maggot bertelur di sekitar sampah," terangnya.

Ia mengatakan mini larva tersebut bisa mengonsumsi sampah selama dua minggu. Dalam perhitungannya, 10 gram telur (larva yang sudah menetas) bisa mengonsumsi 100-150 kilogram (kg) sampah organik per hari.

Kemudian, mini larva akan berubah menjadi magot (belatung atau larva lalat BSF) selama delapan hingga 17 hari. Dari jumlah maggot secara keseluruhan, 90 persennya akan disisihkan untuk pakan ternak dan ikan, lalu 10 persennya lagi untuk dijadikan lalat lagi agar bertelur.

"Magot mengandung protein tinggi, 19 asam amino, dan 11 mineral, sehingga diklaim sangat cocok untuk pakan ternak dan ikan," ujarnya.
(alf)
Berita Terkait
Musi Banyuasin Tetap...
Musi Banyuasin Tetap Maksimalkan Pencegahan COVID-19
HD Siap Gelontorkan...
HD Siap Gelontorkan 10 M Dukung BSRS Banyuasin
Gugus Pulau Sungai Banyuasin...
Gugus Pulau Sungai Banyuasin Bakal Jadi Destinasi Wisata Andalan
Jalani Isolasi 10 Hari,...
Jalani Isolasi 10 Hari, PDP 51 Berusia 75 Asal Muba Meninggal Dunia
BNPB Pusat Brigjen TNI...
BNPB Pusat Brigjen TNI Antoni Simamora Apresiasi Gugus Tugas Muba
Persiapan KUA PPAS TA...
Persiapan KUA PPAS TA 2021 Tekankan Percepatan Pemulihan Ekonomi
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
2 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
3 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
4 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
6 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
7 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
7 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved