Soal Bisnis Ternak Semut Rangrang, Warga Diingatkan Tak Berinvestasi Bitcoin

Minggu, 23 Juni 2019 - 22:15 WIB
Soal Bisnis Ternak Semut...
Soal Bisnis Ternak Semut Rangrang, Warga Diingatkan Tak Berinvestasi Bitcoin
A A A
SOLO - Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo Taufik Amrozy meminta masyarakat berhati hati dan menyarankan agar tidak berinvestasi dalam bitcoin. Alasannya, Bitcoin sejauh ini bukan merupakan alat pembayaran.

Pernyataan itu disampaikan menjawab pertanyaan terkait statemen Bos CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB) Sragen Sugiyono mengenai bisnis ternak semut rangrang yang menggunakan pengamanan berlapis, yakni trading dan kriptokurensi (uang digital) yang diantaranya adalah bitcoin. “Intinya masyarakat harus hati hari, kalau BI ranahnya bidang sistem pembayaran,” kata Taufik Amrozy, Minggu (23/6/2019).

Dalam bidang sistem otoritas pembayaran ini, lanjutnya, pihaknya selalu mengimbau dan melihat bahwa bitcoin bukan alat pembayaran. Sehingga juga BI tidak mengatur mengenai hal itu. Karena tidak diatur, maka BI menyarankan masyarakat tidak melakukan investasi dalam bitcoin. “Ini masih abu abu, kami tidak mengatur itu karena tidak termasuk alat pembayaran,” ungkapnya.

BI terus menyosialisasikan agar masyarakat berhati hati dalam menyikapi perkembangan karena tidak ada perlindungan dalam instrument itu. BI tidak berwenang mengatur karena keberadaannya bukan alat pembayaran.

“Jadi yang masuk dalam ranah sistem pembayaran, Bank Indonesia akan atur,” timpalnya. Seperti uang rupiah untuk tunai, dan non tunai seperti alat pembayaran menggunakan kartu debet, kartu kredit, dan uang eletronik.

Uang elektronik itu sendiri dapat berupa kartu dan tidak dalam bentuk kartu. “Misalnya gopay kemudian OVO, itu harus mendapat izin. Itu sebagai uang elektronik tetapi bentuknya di handphone," terangnya. Sedangkan bitcoin bukan, sehingga masyarakat harus mengetahui mengenai hal itu. Karena BI tidak mengatur, maka tidak ada jaminan siapapun yang terlibat di situ tidak bisa diidentifikasi karena di dalamnya sudah global.

Sebelumnya, Bos CV Mitra Sejahtera Bersama (MSB) Sragen Sugiyono angkat bicara menyusul kabar miring bisnis peternakan semut rangrang yang dikelolanya. Dia berjanji kepada mitra bisnis tetap membayar hasil panen meski usaha itu telah ditutup pertengahan Mei lalu. Dalam usaha itu, terdapat pengamanan berlapis, dalam hal ini bisnis sumber uang yang disiapkan MSB.

Sehingga ketika bisnis ternak rangrang belum menghasilkan komoditas, namun dalam kemitraan pihaknya mampu membayar panen selama lima tahun. Selama bisnis berlangsung, diakui belum memiliki produk akhir dari ternak semut rangrang. Ternak rangrang itu bahan baku dan produk akhirnya adalah sama. Produk akhir belum tercapai karena bahan baku akhir belum mencukupi.

Produk akhir itu adalah semut rangrang disangrai, ditepung lalu dimasukkan kapsul untuk obat, seperti kolesterol dan penyakit lainnya. Meski ternak rangrang belum menghasilkan, namun paket ternak dapat terbayar karena banyak pengaman berlapis. Pengamanan berlapis itu adalah trading dan kriptokurensi (uang digital) yang diantaranya adalah bitcoin.
(sms)
Berita Terkait
Polrestabes Surabaya...
Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Pakar Sebut Maraknya...
Pakar Sebut Maraknya Penipuan Online Adalah Dampak Banyaknya Kebocoran Data
Penipuan Investasi Marak...
Penipuan Investasi Marak Lagi
Puluhan Warga Natuna...
Puluhan Warga Natuna Tertipu Investasi Bodong, Total Kerugian Rp1 Miliar
KSP Indosurya Siap Jalankan...
KSP Indosurya Siap Jalankan Kesepakatan Damai dengan Kreditur
Waspada Penipuan Perbankan,...
Waspada Penipuan Perbankan, Jaga Data Pribadi
Berita Terkini
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
18 menit yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved