Bea Cukai Lanjutkan Penyelidikan 16 Kontainer Limbah Impor asal AS

Rabu, 19 Juni 2019 - 20:59 WIB
Bea Cukai Lanjutkan...
Bea Cukai Lanjutkan Penyelidikan 16 Kontainer Limbah Impor asal AS
A A A
BATAM - Petugas Bea dan Cukai Batam bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali memeriksa 16 kontainer berisi sampah atau limbah impor asal Amerika Serikat, Rabu (19/6/2019) di Pelabuhan Batu Ampar Batam. Dari 16 kontainer tersebut juga ditemukan limbah medis bekas tempat obat-obatan. Guna melanjutkan penyidikan terkait ditemukannya 65 kontainer berisi sampah dan limbah plastik asal Amerika Serikat, Jerman dan Perancis.

Petugas Bea dan Cukai Batam bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam kembali melakukan pemeriksaan terhadap 16 kontainer yang sebelumnya telah disegel pihak Bea dan Cukai Batam. Pemeriksaan ini juga untuk mengambil sampel guna dilakukan uji labotarium, baik oleh pihak Bea Cukai sendiri maupun oleh pihak KLH.

Dari 16 kontainer tersebut, petugas tidak hanya menemukan sampah plastik. Tetapi juga sampah bekas medis dari luar negeri. Sampah atau limbah tersebut mengeluarkan bau sangat menyengat. Ada dugaan sampah tersebut mengandung limbah beracun atau B3.

“Dengan pemeriksaan 16 kontainer tersebut, total pemeriksaan yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam dan Kementerian Lingkungan Hidup sebanyak 56 kontainer. Sisanya akan dilakukan pemeriksaan dan mengambilan sampel pada Kamis siang 20 Juni 2019,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie, Rabu (19/6/2019).

Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam Susila Brata mengatakan, sebagian hasil pemeriksaan laboratorium sudah selesai dan sudah dikirim ke pihak Kementerian Lingkungan Hidup.

“Bea Cukai hanya menunggu hasil keputusan dari KLH terkait sanksi yang akan diberikan pada empat perusahaan importir limbah tersebut,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Batam Bersama Dinas Lingkungan Kota Batam menemukan 65 kontainer impor asal Amerika Serikat, Jerman dan Perancis. Sebanyak 65 kontainer itu diduga berisi limbah berbahaya tersebut diimpor oleh 4 perusahaan.
(shf)
Berita Terkait
Kejagung Geledah 5 Lokasi...
Kejagung Geledah 5 Lokasi terkait Kasus Limbah Sawit, Salah Satunya Rumah Pejabat Bea Cukai
Gandeng Interpol, Bea...
Gandeng Interpol, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Limbah dan Satwa Ilegal Senilai Rp3,2 Miliar
Datangkan Devisa Rp13,2...
Datangkan Devisa Rp13,2 M, Bea Cukai Kawal Ekspor Perdana Wood Pellet ke Korsel
Penerapan PMK 32/2024...
Penerapan PMK 32/2024 Dorong Pengelolaan Limbah Lebih Efektif
Parah! 33 Ton Limbah...
Parah! 33 Ton Limbah Medis Berbahaya RSUD Natuna Menumpuk Selama 15 Tahun
Atasi Masalah Lingkungan,...
Atasi Masalah Lingkungan, PPLI Tekankan Pemusnahan Limbah Medis
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
1 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
2 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
3 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
3 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
3 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved