Keluarga Korban Ngamuk, Fasilitas Pengadilan Negeri Bulukumba Rusak

Selasa, 11 Juni 2019 - 19:49 WIB
Keluarga Korban Ngamuk,...
Keluarga Korban Ngamuk, Fasilitas Pengadilan Negeri Bulukumba Rusak
A A A
BULUKUMBA - Keluarga korban pembunuhan, Syahrul (23), mengamuk saat sidang digelar di Pengadilan Negeri Bulukumba, Selasa (11/6/2019). Sejumlah fasilitas dan kaca Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba pecah, akibat amukan massa keluarga korban.

Sidang berlangsung pukul 14.00 Wita dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penuntutan terhadap empat tersangka, yakni Muh Ridwan (17), A Dedi Mappamadeng alias Dedi (28), Laode Mauliding alias Alif (21), dan Wahyuda alias Yuda (19). Awalnya, sidang berjalan aman hingga para tersangka digiring ke ruang tahanan PN Bulukumba.

Saat proses pemindahan keempat tersangka menuju mobil tahanan, massa dari keluarga korban mengamukan. Pihak kepolisian sudah berulang kali mengeluarkan tembakan peringatan, namun tidak menyurutkan massa yang sudah marah.

Massa dan petugas keamanan pun terlibat aksi saling dorong hingga mertua korban pembunuhan, Irwan (39), dikabarkan terkena peluru di bagian kaki sebelah kanan. Akibatnya, massa kembali bringas dan mengejar semua petugas dan menghancurkan seluruh kaca kantor PN Bulukumba.

Dari insiden tersebut, pihak kepolisian mengamankan 9 orang warga yang diduga menjadi provokator dalam insiden tersebut. Ke-9 orang tersebut saat ini diamankan pihak kepolisian di Polsek Ujungbulu untuk menjalani pemeriksaan.

“Kita amankan 9 orang yang diduga menjadi provokator dari insiden ini. Mereka kita amankan untuk menjalani pemeriksaan karena masih akan ada pengembangan," terang Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan saat dikonfirmasi dilokasi kejadian, kemarin.

Syamsu Ridwan menjelaskan bahwa insiden keributan tersebut bermula saat keluarga korban tidak menerima saat melihat keempat pelaku. Sejumlah massa yang melengkapi diri dengan senjata tajam tersebut mendapat pengawalan petugas keamanan hingga terjadi keributan.

“Massa ini emosi, jadi ingin menyerang para tersangka saat hendak dinaikan ke atas mobil. Di situ petugas melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, justru mereka berbalik menyerang petugas," ungkapnya.

Terkait dengan adanya salah satu dari massa yang menjadi korban penembakan, Syamsu Ridwan mengaku belum menerima laporan adanya korban penembakan petugas."Kalau soal itu saya belum dapat laporannya. Tapi kalau memang ada, kita akan rilis," pungkas dia.

Kasi Pidana Umum, Kejaksaan Bulukumba, I Made Pasek yang ditemui PN Bulukumba mengaku, sidang kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Dengan agenda sidang pemeriksaan saksi. “Kita tidak sangka bisa seperti ini, yang pasti kita rencananya akan lakukan sidang kembali pada hari Selasa, (18/6) dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi,” kata I Made Pasek.

Terpisah, Kuasa Hukum Korban Syahrul, Ahmad Kurniawan berharap, insiden serupa tidak lagi terjadi. Dia pun menghimbau agar kerabat korban untuk tidak terpancing emosi untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap agar keluarga korban tidak terpancing emosi dan proses persidangan bisa berjalan dengan aman sesuai dengan proses hukum,” ujarnya.
(wib)
Berita Terkait
Sidang Putusan Kasus...
Sidang Putusan Kasus Pembunuhan di PN Muara Enim Ricuh, Ibu Korban Berteriak Histeris
Pengunjung Serang Pelaku...
Pengunjung Serang Pelaku Penembakan Massal AS Saat Sidang
Pembunuh Suaminya Hanya...
Pembunuh Suaminya Hanya Divonis 13 Tahun, Istri Korban Ngamuk di Ruang Sidang
Divonis 12 Tahun, Keluarga...
Divonis 12 Tahun, Keluarga Terdakwa Pembunuhan Ngamuk di PN Arga Makmur
Sidang Vonis Pembunuhan...
Sidang Vonis Pembunuhan Ricuh, Keluarga Terdakwa Protes
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Aktivis Khariq Anhar Ditolak, Massa Ricuh di PN Jakarta Selatan
Berita Terkini
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
6 menit yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
9 menit yang lalu
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
20 menit yang lalu
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
24 menit yang lalu
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
37 menit yang lalu
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
1 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved