Punya Banyak Anggota Pelajar, Dea dan Geng Sudah Lama Diburu Polisi

Senin, 10 Juni 2019 - 19:51 WIB
Punya Banyak Anggota...
Punya Banyak Anggota Pelajar, Dea dan Geng Sudah Lama Diburu Polisi
A A A
TANGERANG - Dua kelompok remaja di Kota Tangerang yang tergabung dalam gangster Kuta Bumi atau Syaraf 34 dan gangster Cadas, terlibat tawuran hingga menyebabkan seorang remaja tewas. Dari hasil penyelidikan polisi diketahui bahwa motif tawuran kedua kelompok remaja yang masih tetanggaan kampung ini, dipicu oleh saling ledek dan saling tantang di media sosial.

Berdasarkan hasil kesepakatan di media sosial Instagram, akhirnya diputuskan agar pertempuran dilakukan di tempat netral, yakni di Kampung Teriti, RT 004/RW 004, tepatnya depan SDN 2 Karet, Sepatan. (Baca juga: Gadis 16 Tahun Pimpin Perang Gangster di Tangerang, Satu Orang Tewas)

Sedikitnya 15 anggota gangster Cadas dan Kuta Bumi telah diamankan kepolisian. Mereka kini terancam Pasal 170 dan 338 KUHP dengan pidana 12-15 tahun penjara. Adapun sang pimpinan Gangster Kuta Bum, Dea (16), berhasil kabur. Polisi saat ini masih memburu Dea bersama lima orang pengikut setianya.

Kapolsek Sepatan AKP I Gusti MS mengatakan, pihaknya sudah lama mencari kelompok Dea. Gangster Kuta Bumi alias Syaraf 34 ini memang kerap berulah. (Baca juga: Perang Gangster di Tangerang Dipicu Saling Ejek di Media Sosial)

"Selama ini, kalau mau tarung, dia (Dea) yang cari musuhnya melalui IG, dia yang tulis dan kirim. Dia harus cari personel siapa saja yang mau ikut. Kalau korban yang meninggal ini cabutan," ujar I Gusti saat konferensi pers bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Polrestro Tangerang Kota, Banten, Senin (10/6/2019).

I Gusti menyebut, gangster yang dipimpin Dea memiliki banyak anggota. Mereka terdiri dari para pelajar yang masih aktif, maupun yang tidak tamat dan putus sekolah, semua dihimpun.

"Kami masih dalami. Pemilihan ketuanya seperti apa, proses perekrutan anggotanya seperti apa, semua nanti akan kita cari tahu. Anggotanya banyak anak sekolahan dan yang tidak lulus sekolah," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Pelajar SMP Tewas Ditusuk...
Pelajar SMP Tewas Ditusuk Usai Duel di Depok
Gagal Tawuran, Pelajar...
Gagal Tawuran, Pelajar Ini Mewek Saat Dijemput Orang Tuanya di Kantor Polisi
Ditangkap Polisi, 25...
Ditangkap Polisi, 25 Pelajar di Bekasi Berlutut Minta Maaf kepada Orang Tua
Hendak Bubarkan Tawuran,...
Hendak Bubarkan Tawuran, Dua Satgas Pelajar di Bogor Terluka usai Diserang
Saatnya Deteksi Dini...
Saatnya Deteksi Dini Kriminalitas Remaja
Antisipasi Tawuran Pelajar...
Antisipasi Tawuran Pelajar dengan Pendidikan Karakter di Sekolah
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
39 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
42 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
42 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
55 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved