Jelang Idul Fitri, Pemprov DKI Optimis Tidak Ada Lonjakan Harga Sembako
Rabu, 29 Mei 2019 - 08:38 WIB
Jelang Idul Fitri, Pemprov DKI Optimis Tidak Ada Lonjakan Harga Sembako
A
A
A
JAKARTA - Menjelang Idul Fitri 1440 H, Perumda Pasar Jaya mengaku sudah menyiapkan stok pangan untuk kebutuhan lebaran. Dengan stok pangan ini diharapkan tidak ada lonjakan harga yang berarti menjelang lebaran ini.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengaku optimis dapat melayani masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menyambut Hari Raya Idul Fitri. "Dari awal Ramadan sudah kita persiapkan," katanya kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).
Arief memaparkan, ada tiga BUMD pangan Dharma Jaya dan Food Station di hulu. Sementara di hilir ada Pasar Jaya. "Kalau dilihat gejala, beberapa tahun lalu ada tidak ada gejolak," terangnya.
Diakuinya, harga bawang putih beberapa waktu lalu sempat memicu inflasi. Tapi sekarang harga bawang putih sudah tidak begitu tinggi lagi.
"Mudah-mudahan Jakarta tidak mengalami inflasi berlebihan. Karena memang di daerah kasihan juga harga bawang putih cukup tinggi. Jangan sampai karena satu hal efek domino nya luar biasa," urai Arief.
Arief menambahkan, di Jakarta pihaknya telah memiliki berbagai tingkatan jenis usaha dalam menyuplai kebutuhan pangan masyarakat. Kehadiran ragam usaha di tengah-tengah masyarakat tersebut, lanjut Arief bulan untuk menyaingi peritel.
"Kita punya turunan grosir untuk pedagang Jakgrosir, ada Jakmart kita juga pengen ada gerai di MRT Station, dan di Transjakarta. Bukan untuk menyaingi peritel tapi Pasar Jaya hadir untuk stabilitas pangan dan memudahkan masyarakat mendapatkan pangan bersubsidi," lanjutnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengaku optimis dapat melayani masyarakat memenuhi kebutuhan pangan menyambut Hari Raya Idul Fitri. "Dari awal Ramadan sudah kita persiapkan," katanya kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).
Arief memaparkan, ada tiga BUMD pangan Dharma Jaya dan Food Station di hulu. Sementara di hilir ada Pasar Jaya. "Kalau dilihat gejala, beberapa tahun lalu ada tidak ada gejolak," terangnya.
Diakuinya, harga bawang putih beberapa waktu lalu sempat memicu inflasi. Tapi sekarang harga bawang putih sudah tidak begitu tinggi lagi.
"Mudah-mudahan Jakarta tidak mengalami inflasi berlebihan. Karena memang di daerah kasihan juga harga bawang putih cukup tinggi. Jangan sampai karena satu hal efek domino nya luar biasa," urai Arief.
Arief menambahkan, di Jakarta pihaknya telah memiliki berbagai tingkatan jenis usaha dalam menyuplai kebutuhan pangan masyarakat. Kehadiran ragam usaha di tengah-tengah masyarakat tersebut, lanjut Arief bulan untuk menyaingi peritel.
"Kita punya turunan grosir untuk pedagang Jakgrosir, ada Jakmart kita juga pengen ada gerai di MRT Station, dan di Transjakarta. Bukan untuk menyaingi peritel tapi Pasar Jaya hadir untuk stabilitas pangan dan memudahkan masyarakat mendapatkan pangan bersubsidi," lanjutnya.
(ysw)