Transportasi Massal Harus Disubsidi

Selasa, 07 Mei 2019 - 11:33 WIB
Transportasi Massal...
Transportasi Massal Harus Disubsidi
A A A
PENGAMAT transportasi publik, Djoko Setijowarno, mengapresiasi upaya Pemkot Bogor merombak sistem transportasi yang sempat gagal di lima tahun sebelumnya. Menurutnya, ada beberapa program sudah berjalan, tapi tidak maksimal dan itu perlu perbaikan, ada juga yang tak terealisasi.

“Pertama yang perlu dilakukan Pemkot Bogor adalah penyediaan subsidi angkutan massal, dengan model apapun konsep transportasi, namun tanpa subsidi, maka jangan berharap bisa sukses dilaksanakan,” katanya.

Terkait dengan itu, berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya Nomor 22 Tahun 2009, pemerintah wajib menyelenggarakan angkutan massal. “Kalau pemerintah tidak peduli, maka bisa masyarakat bisa melakukan clash action, jadi harus serius, lima tahun sebelumnya sudah cukup merenung, kalau tidak mundur saja dari wali kota,” katanya.

Dia juga mengingatkan Pemkot Bogor agar segera merampungkan program angkutan umum yang tak boleh lagi milik perorangan, karena akan sulit melakukan penertiban, pembinaan, dan pengawasan. “Apalagi jika subsidi berjalan, mereka tak bisa mendapatkan karena tidak berbadan hukum. Yang bersubsidi itu yang berbadan hukum, apalagi menggunakan dana apapun jadi harus ada pertanggungjawaban,” ujarnya.

Selain itu, perlu dilanjutkan adalah meminimalisasi masalah sosial dengan cara menggeser bukan menggusur. “Artinya, jika menggusur, maka harus dicari operator baru. Sedangkan jika menggeser, hanya manajemennya yang baru sementara operator lama. Misal yang dulunya sopir setoran sekarang mendapat gaji bulanan,” ungkapnya.

Dia juga menyarankan Pemkot Bogor belajar konsep transportasi ke Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah. Saat ini sudah dijalankan program transportasi yang membeli layanan atau pay service. “Mereka sudah berjalan dan happy-happy saja tidak ada kendala,” ucapnya.

Mengenai Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor yang sempat kolaps, Djoko melihat sangat perlu diperbaiki. Karena sampai saat ini status PDJT masih Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Transportasi pemerintah bukan berbicara untung dan rugi, tetapi pelayanan kepada publik. Lebih baik (PDJT,) jadi BLUD, itu lebih tepat,” ujarnya.

Dengan menjadi BLUD, maka akan menjadi lebih luwes. Kendati tak perlu mencari untung, tetapi BLUD boleh mencari tambahan pemasukan. “Terpenting ada pertanggungjawabannya. Namun, satu hal yang penting ditekankan, pemkot tetap harus bertanggung jawab terhadap subsidi meski BUMD itu telah menjadi BLUD,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea mengatakan, angkot modern ini memang sudah diproyeksikan mengisi rute Trans Pakuan Koridor 4, yakni trayek Ciawi–Ciparigi. Rute ini sebelumnya diisi angkot konvensional trayek 09 jurusan Sukasari–Warung Jambu/Ciparigi dan trayek 01 jurusan Baranangsiang–Ciawi. “Dishub mencatat ada sekitar 180 angkot konvensional yang mengisi trayek ini sebelumnya. Setelah dikonversi nanti dibutuhkan 120 angkot modern,” katanya. (Haryudi)
(nfl)
Berita Terkait
Pemkot Bogor Cari Pemodal...
Pemkot Bogor Cari Pemodal untuk Wujudkan Transportasi Massal Trem
Ini Alternatif Transportasi...
Ini Alternatif Transportasi dari Bogor ke Jakarta selain KRL Commuter Line
Biskita Trans Pakuan,...
Biskita Trans Pakuan, Pemkot Bogor Bakal Berikan Tarif Menarik untuk ASN hingga Pelajar
Pemkot Bogor Buka Jalur...
Pemkot Bogor Buka Jalur Baru Biskita Trans Pakuan
Sekda Syarifah Target...
Sekda Syarifah Target Tuntaskan Masalah Transportasi Kota Bogor dalam 3 Tahun
Temui Bima Arya, Erick...
Temui Bima Arya, Erick Thohir Serahkan Bantuan hingga Bahas Transportasi Trem
Berita Terkini
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
10 menit yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
20 menit yang lalu
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
3 jam yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
4 jam yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
5 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
6 jam yang lalu
Infografis
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Universitas Florida Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved