Pasukan Penjaga Perbatasan RI-PNG Gagalkan Peredaran Miras di Keerom

Senin, 29 April 2019 - 19:49 WIB
Pasukan Penjaga Perbatasan...
Pasukan Penjaga Perbatasan RI-PNG Gagalkan Peredaran Miras di Keerom
A A A
KEEROM - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI dan Papua Nugini (PNG) dari Yonif 126/Kala Cakti (KC) Pos KM 76 berhasil mencegah peredaran minuman keras (Miras) di wilayah Distrik Mannen, Kabupaten Keerom. Dimana pasukan penjaga perbatasan tersebut menangkap pengedar miras pada Minggu 28 April 2019 di Jalan Trans Papua, Keerom, Papua.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Yonif 126/KC Letkol Inf Mulyo Junaidi mengatakan, dari penangkapan tersebut berhasil disita enam botol Miras jenis Jeniver dari sebuah minibus yang sedang melintas di jalan tersebut.

Menurut Letkol Inf Mulyo, penangkapan berawal pada saat Pos KM 7 melakukan patroli keamanan dan pemeriksaan terhadap barang-barang ilegal dari kendaraan yang melintas di Jalan Trans Papua.

"Saat sebuah mobil jenis Kijang Kapsul dengan Nomor polisi DS 1634 Q melintas dan diberhentikan oleh anggota untuk diadakan pemeriksaan, maka ditemukan didalam kendaraannya mengangkut enam botol Miras jenis Jeniver," katanya.

Mulyo mengatakan, setelah diadakan pendalaman terkait identitas, pengemudi yang berinisial ID (36) merupakan warga Kampung Woslay.

“Ia mengaku, Miras itu titipan masyarakat yang akan dibawa ke Kecamatan Senggi. Sebagai penyelesaiannya, kita lakukan langkah-langkah persuasif dan pembinaan agar mereka memahami dan tidak melakukan pelanggaran serupa," lanjutnya.

Saat ini, kata dia, barang bukti telah diamankan di Satgas untuk dilakukan pemusnahan, sedangkan identitas pengemudi telah dicatat dan dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan.

Menurutnya, kegiatan ini sering dilakukan untuk mencegah kegiatan-kegiatan yang berdampak negatif yang dapat menganggu situasi keamanan sehingga tercipta rasa aman dan kondusif di wilayah perbatasan.

‘’Seperti yang dilaksanakan Pos KM 76 sebagai bentuk antisipasi dalam mencegah tindakan kejahatan yang merupakan efek negatif dari pengaruh Miras dan peredaran barang-barang ilegal. Kita berharap kedepannya peredaran barang-barang illegal dan Miras ini, dapat ditekan seminim mungkin, sehingga dampaknya akan tercipta rasa aman dan nyaman dalam hidup bermasyarakat di wilayah perbatasan," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Mimpi Rony Kabarjay...
Mimpi Rony Kabarjay Yatim Piatu Suku Yeinan Terwujud dengan Lulus Test Prajurit TNI AD
Kapolda Perintahkan...
Kapolda Perintahkan Semua Senjata Api Anggota Polres Membramo Raya Ditarik
Pangdam XVII/Cenderawasih:...
Pangdam XVII/Cenderawasih: Selamat Datang Paskhas TNI AU di Tanah Papua
Dwi Cahyono, Anak Suku...
Dwi Cahyono, Anak Suku Auyu Papua Jadi Prajurit TNI AD
1 Prajurit Yonif 756/WMS...
1 Prajurit Yonif 756/WMS Hilang Terjatuh di Tsinga Papua
Polisi Korban Tewas...
Polisi Korban Tewas dan Luka Akibat Bentrok dengan TNI Dievakuasi ke Jayapura
Berita Terkini
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Tinggi Kolom Abu 1.400 Meter
2 jam yang lalu
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
3 jam yang lalu
Kementan Dukung Pengembangan...
Kementan Dukung Pengembangan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1
10 jam yang lalu
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
11 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved