Global Wakaf ACT Hasilkan Minyak Atsiri 175 kg dalam Setahun

Senin, 22 April 2019 - 11:33 WIB
Global Wakaf ACT Hasilkan...
Global Wakaf ACT Hasilkan Minyak Atsiri 175 kg dalam Setahun
A A A
JAKARTA - H. Mustafa, seorang wakif asal Aceh Jaya, telah mewakafkan lahan seluas 110 hektar yang ditanami serai wangi melalui Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gampong Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Hingga April 2019, lahan wakaf ini telah menghasilkan total stok minyak atsiri sebanyak 175 kilogram.

Tidak hanya lahan produktif saja, di akhir tahun 2018 ACT juga menyerahkan bantuan operasional pendidikan berupa 100 unit kasur, 1 unit genset dan dana operasional sebesar 25 juta rupiah kepada pengurus Dayah (Pesantren) Al Anshar di lokasi lahan wakaf tersebut.

Dalam prosesnya, lahan wakaf ini ditanami bibit-bibit serai wangi terbaik dengan waktu panen tiap tiga bulan sekali dan dapat menghasilkan panen sebanyak 4,8-5 ton daun kering per 1 hektar.

Hasil dari serai wangi ini kemudian didistribusikan ke agen-agen maupun langsung ke Kota Blangkejeren Provinsi Aceh dengan kisaran harga 250 sampai 300 ribu/kg. Di sisi lain, keuntungan lahan wakaf disalurkan kepada maukuf alaihi (penerima manfaat) yaitu pesantren dan warga sekitar yang ada di Aceh Jaya dan program-program kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) lainnya.

Pungki M. Kusuma, Operation Manager Global Wakaf mengungkapkan, saat ini, penerima manfaat lahan wakaf kami terus bertambah. "Kegiatan kami selain memanen hasil produksi juga mulai menyiapkan satu pabrik penyulingan untuk hasil produksi dan nantinya insya Allah akan dikembangkan lagi," katanya.

Hal ini karena target market kedepannya adalah untuk ekspor khususnya sebagai bahan parfum. Secara bisnis, Indonesia adalah 5 negara terbesar sebagai pengekspor minyak atsiri.

"Tahun ini pun kami berencana mengoptimalkan hasil produksi di lahan 110 hektar tersebut dengan konsisten panen setiap tiga bulan sekali. Dengan begitu lahan wakaf ini akan terus produktif," katanya.

Sebagai gambaran, program wakaf dari global wakaf memiliki tujuan untuk membantu masyarakat umum dalam pemenuhan kebutuhan dasar sekaligus dapat memberdayakan masyarakat sehingga lebih produktif secara ekonomi jangka panjang. Global wakaf pun mengemas potensi wakaf dengan perspektif totalitas penanggulangan krisis kemanusiaan.

"Wakaf produktif di Aceh ini menjadi salah satu wujud dari kebangkitan perekonomian masyarakat. Harapannya, semakin banyak pula orang yang terketuk hatinya untuk berwakaf. Selain itu, wakaf adalah salah satu sarana orang beriman untuk menuju surga. Hal ini karena manfaat yang dirasakan untuk masyarakat sangat besar. Jadi, jangan ragu dan jangan ditunda karena Allah pasti ganti yang terbaik di dunia dan di akhirat kelak," tutup Pungki.
(nag)
Berita Terkait
Luncurkan Sahabat UMI,...
Luncurkan Sahabat UMI, ACT Berdayakan Ibu-ibu Pelaku Usaha Mikro
Krisis Akibat Covid,...
Krisis Akibat Covid, Arif Justru Raup Keuntungan Jutaan Rupiah
Meredam Kerentanan Ekonomi...
Meredam Kerentanan Ekonomi di Masa Pembatasan Sosial
Bupati Takalar Lepas...
Bupati Takalar Lepas Kapal Ramadhan ACT Sulsel ke Pulau Lantang Peo
Kantor Pusat ACT Tutup...
Kantor Pusat ACT Tutup Sementara, Layanan Kemanusiaan dan Kurban Tetap Optimal
Begini Respon Masyarakat...
Begini Respon Masyarakat Saat ACT Hadirkan Kurban hingga Lintas Negara
Berita Terkini
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
18 menit yang lalu
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
58 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
10 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved