Kasus DBD di Jakarta Timur Tinggi, Pemkot Gencarkan PSN

Selasa, 26 Maret 2019 - 16:06 WIB
Kasus DBD di Jakarta...
Kasus DBD di Jakarta Timur Tinggi, Pemkot Gencarkan PSN
A A A
JAKARTA - Pemkot Jakarta Timur terus berupaya menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memberangus populasi nyamuk Aedes Aegypti. Ini dilakukan karena Jakarta Timur merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) terbanyak atau 844 kasus hingga pertengahan Maret 2019.

Tak itui saja, dua korban jiwa DBD di DKI Jakarta merupakan warga Jakarta Timur. Merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga pertengahan Maret, di Jakarta Timur ada 844 kasus, Jakarta Barat 828 kasus, Jakarta Selatan 797 kasus, Jakarta Utara 224 kasus, Jakarta Pusat 168 kasus, dan Kepulauan Seribu 2 kasus.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengatakan, jumlah kasus dan dua warganya yang meninggal akibat DBD sebagai pukulan bagi Pemkot Jakarta Timur. "Dari dua kasus yang sampai meninggal, itu pukulan yang sangat membuat kita untuk lebih keras lagi melakukan gerakan PSN sehingga warga jangan sampai menjadi korban kasus DBD," katanya.

Uus menuturkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menginstruksikan setiap Pemkot menggalakkan PSN guna memberangus populasi nyamuk aedes aegypti. Pasalnya PSN dan 3M plus merupakan cara paling ampuh mencegah DBD karena membunuh jentik nyamuk aedes aegypti, bukan hanya nyamuk dewasanya saja.

Dia berharap upaya menggalakkan PSN tiga kali dalam sepekan yang dilakukan Pemkot Jakarta Timur mampu menghentikan kasus penyebaran nyamuk tersebut. Dia meminta seluruh kader Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap RT tak menyerah mengimbau masyarakat pentingnya PSN. "Jangan sampai kasus DBD terus meningkat. Kita tekadkan bahwa tidak ada lagi DBD di DKI Jakarta," tuturnya.

Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar menuturkan, satu sebab warganya banyak terjangkit DBD karena Jakarta Timur berbatasan dengan berbagai wilayah, di antaranya Kota Depok dan Bekasi. "Kami tinggal di daerah perbatasan. Depok itu kan berbatasan dengan wilayah timur, Bekasi dengan Cakung, boleh liat grafiknya. Itu yang diperbatasan tinggi grafiknya. Tentunya ini semua berpengaruh," ucapnya beberapa waktu lalu.
(whb)
Berita Terkait
Masuk Musim Penghujan,...
Masuk Musim Penghujan, Pemkot Palembang Ingatkan Warga Waspadai DBD
Hari Demam Berdarah...
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2024, Tingkatkan Kesadaran untuk Cegah DBD
Selain Covid-19, Bekasi...
Selain Covid-19, Bekasi Ingatkan Warga soal Bahaya DBD
Di Tengah Wabah Covid-19,...
Di Tengah Wabah Covid-19, Sepanjang 2020 Ditemukan 265 Kasus DBD di Jaktim
Cegah DBD, Enesis Group...
Cegah DBD, Enesis Group Lakukan Edukasi di Jawa Tengah
1.475 Kasus DBD Terjadi...
1.475 Kasus DBD Terjadi di Kota Bekasi, 10 Orang Meninggal Dunia
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
43 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
53 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved