Penggunaan Air Tanah Kelewat Batas, Margonda Depok Terancam Ambles

Senin, 18 Maret 2019 - 19:31 WIB
Penggunaan Air Tanah...
Penggunaan Air Tanah Kelewat Batas, Margonda Depok Terancam Ambles
A A A
DEPOK - Kawasan Margonda, Kota Depok, masuk dalam zona merah penggunaan air tanah. Kondisi ini membuat Margonda terancam ambles.

Untuk itu, penggunaan air tanah harus mulai dibatasi. Jika tidak akan berpengaruh pada kondisi tanah. Jika air tanah masih terus digunakan maka bisa menyebabkan pergeseran. Yang lebih parah bisa berdampak pada penurunan muka tanah.

Saat ini banyak warga di Margonda yang masih menggunakan air tanah. Bahkan pelaku usaha diduga ikut menggunakan air tanah untuk kepentingan usaha. Misalnya, pelaku usaha hotel, apartemen, ruko, dan mal. Padahal seharusnya pelaku usaha tidak boleh menggunakan air tanah untuk kepentingan bisnis.

"Pelanggan di sepanjang Jalan Margonda ada tapi sedikit. Tentu aktivitas kegiatan di sana cukup banyak. Diduga masih mengunakan air tanah," ujar Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka, Senin (18/3/2019). (Baca juga: Permukaan Jakarta Turun 7 CM, DKI Tertibkan Penggunaan Air Tanah)

Pihaknya pernah melakukan penelitian penggunaan air tanah di Margonda bersama tim dari Universitas Indonesia (UI). Hasilnya diketahui penggunaan air tanah secara terus menerus bisa memicu pergeseran tanah dan kemiringan pada gedung.

Bahkan dia menyebut sepanjang Jalan Margonda sudah masuk zona merah. Dengan demikian sudah seharusnya penggunaan air tanah dibatasi. (Baca juga: Antisipasi Permukaan Tanah Turun, Bekasi Terapkan Drainase Vertikal)

"Khusus Jalan Margonda inikan banyak bangunan bertingkat dan pusat perbelanjaan masih menggunakan air tanah. Jika dibiarkan khawatir ambles dan terjadi pergeseran tanah. Maka, kami imbau menggunakan air PAM untuk menjaga kelestarian lingkungan," katanya.

Jumlah penduduk Depok saat ini tercatat sekitar 2,1 juta jiwa. Warga umumnya masih menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. (Baca juga: Tim DKI Mulai Razia Gedung Pengguna Air Tanah di Kawasan Industri)

Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH), Heri Blangkon, mengatakan, jumlah penduduk di Kota Depok pada 2015 sebanyak 2.095.351 orang. Jumlahnya meningkat di 2016 menjadi 2.142.464 orang. "Berdasarkan peneliti kebijakan ekonomi, asumsi jumlah manusia yang berada di Kota Depok bisa mencapai lebih dari 2,5 juta jiwa," katanya.

Menurut dia, penggunaan air tanah sudah saatnya dibatasi. Karena jika dibiarkan akan mengancam kondisi geografis Depok. Kondisi terparah, menurut dia, bisa menyebebabkan ambles. "Pemanfaatan air tanah di Kota Depok perlu dibatasi," tegasnya.

Heri menyarankan pembangunan Depok yang pesat dan cepat perlu diimbangi dengan kajian mendalam. Termasuk kajian mengenai air tanah. Infrastruktur penyediaan air pun harus dipikirkan secara matang.

"Jika banyaknya apartemen, mall, dan universitas di Kota Depok akan menyedot pemanfaatan air tanah di Kota Depok, sementara PDAM tidak mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Depok," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
Heboh Tangki Air Raksasa...
Heboh Tangki Air Raksasa di Depok, Begini Penjelasan PDAM
Kerja Sama dengan Pemkot...
Kerja Sama dengan Pemkot Balikpapan, Arsari Group Pasok Air Bersih Berkelanjutan
Wujudkan Akses Air Bersih...
Wujudkan Akses Air Bersih Berkelanjutan, Arsari Group Gandeng Pemkot Balikpapan
Pemkot Depok Pagi Ini...
Pemkot Depok Pagi Ini Gelar Salat Istisqa Minta Turun Hujan
Pipa TPA Cipayung Bocor,...
Pipa TPA Cipayung Bocor, Semburan Air Capai 4 Meter
Polsek Bojongsari Distribusikan...
Polsek Bojongsari Distribusikan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Duren Mekar Depok
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
2 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
4 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
4 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
4 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved