Bupati Diminta Pertimbangkan Keputusan Pemecatan Ribuan Honorer di Tapanuli Utara

Rabu, 06 Maret 2019 - 14:57 WIB
Bupati Diminta Pertimbangkan...
Bupati Diminta Pertimbangkan Keputusan Pemecatan Ribuan Honorer di Tapanuli Utara
A A A
TAPANULI UTARA - Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan diminta untuk mempertimbangkan keputusannya dalam pemecatan ribuan orang lebih tenaga honorer di Pemkab Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Terlebih kepada honorer yang telah mengabdi puluhan tahun. Karena banyak tenaga honor yang sudah mengabdi puluhan tahun turut serta diberhentikan dengan kata Tidak Lulus.
Bupati Diminta Pertimbangkan Keputusan Pemecatan Ribuan Honorer di Tapanuli Utara

"Jangan ada aroma politis dalam membuat keputusan. Arif dan bijaksanalah, segala sesuatu harus difikirkan, terlebih kepada honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi namun tidak lulus," kata Tulus Nababan selaku masyarakat Tapanuli Utara.
Sebelumnya ribuan orang lebih tenaga honor yang bertugas di Pemkab Tapanuli Utara, Sumatera Utara akhirnya diberhentikan dan dinyatakan dipertimbangkan masa tugasnya. Pemberhentian tersebut dituangkan melalui surat edaran yang diterbitkan melalui pengumuman Bupati Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara dengan nomor 800/1069/35.2.1/XII/2018 tentang hasil penyelenggaraan seleksi/evaluasi tenaga honorer/non PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2018.

EH, salah seorang honorer yang telah mengabdi mulai tahun 2007 - 2019 mengaku sedih akan keputusan yang diambil oleh bupatinya tersebut. Karena selama menjadi honorer dirinya tidak pernah melakukan kesalahan apa pun.

"Yang membuat saya sedih, hasil ujian secara komplit tidak diumumkan, dan tidak dimuat apa persyaratan lulus, dipertimbangkan dan tidak lulus. Karena ada honorer yang masih satu tahun, diluluskan," ungkapnya.

Tokoh masyarakat Tapanuli, Armyn Gultom dalam kesempatan itu mengatakan seorang pemimpin hendaknya mengayomi serta memberlakukan masyarakat yang dipimpinnya dengan baik. Like or dislike dalam pengambilan keputusan, harus dihindari.

"Honorer yang telah mendedikasikan dirinya selama puluhan tahun, sudah selayaknya diberi penghargaan oleh Pemkab Taput, bukan sebaliknya malah dipecat," tegasnya.

Politisi Partai Perindo yang juga Caleg DPR - RI dari Dapil Sumut 2 ini berharap Bupati Tapanuli Utara agar mempertimbangkan keputusannya, terlebih kepada para honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi.

"Ketransparansian dari hasil ujian tersebut, hendaknya dipublikasi, sehingga para honorer tahu apa kelebihan dan kekurangan dari mereka yang mengikuti ujian," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
PNS 18 Lembaga Dibubarkan...
PNS 18 Lembaga Dibubarkan Kembali ke Instansi Awal, Honorer Diberhentikan
Kasus Honorer Fiktif...
Kasus Honorer Fiktif di Kepri, Pengamat: Gubernur Tak Bisa Lepas Tangan
Pesta Miras Bareng Janda...
Pesta Miras Bareng Janda dalam Mobil Oknum PNS dan Honorer Ditangkap
Dilema Penghapusan Tenaga...
Dilema Penghapusan Tenaga Honorer  
Pemerintah Diingatkan...
Pemerintah Diingatkan soal Permasalahan Guru Masih Jadi PR
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
6 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
6 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
7 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
7 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved