Jelang Pengoperasian, Tarif MRT Masih Tunggu Keputusan Pemprov DKI
Jum'at, 01 Maret 2019 - 11:21 WIB
Jelang Pengoperasian, Tarif MRT Masih Tunggu Keputusan Pemprov DKI
A
A
A
JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) hingga kini masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta. PT MRT saat ini sedang fokus melakukan full trial run dan emergency operation simulation.
Direktur PT. MRT Jakarta, William Sabandar menjelaskan, perkembangan proyek MRT mencapai 99,06% jelang kunjungan publik pada 12 Maret 2019 mendatang. Tahapan saat ini dari 27 Februari-11 Maret 2019, pihaknya mengadakan full trial run dan emergency operation simulation.
William menuturkan, selain teknis operasional, MRT juga telah menyiapkan para petugas di stasiun-stasiun dan staf MRT sesuai tugas dan fungsi.
"Lihat sekarang kondisi Stasiun Bundaran HI dan juga teman-teman yang mengawal stasiun mulai dari stasiun manager sampai stasiun master ya. Kemudian seluruh staff stasiun itu sudah in place lengkap dengan seragam dan ini mereka akan menerima kunjungan publik pada 12 Maret begitu kira-kira progresnya," kata William di Jakarta, Jumat (1/3/2019).
Meskipun begitu, pihaknya belum bisa membeberkan berapa besaran tarif kereta cepat tersebut. Dia juga menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi."Harga itu kewenangan penuh Pemprov DKI. Jadi kita menunggu saja. (Penentuan harga) melibatkan Pemprov dan DPRD DKI," terangnya.
Dengan segala persiapan tersebut, William meyakini sudah bisa melakukan pengoperasian kereta MRT secara komersil mulai 24 Maret mendatang.
"Rencana operasi komersial itu kita akan perkirakan 24-31 maret. Jadi waktunya anytime tapi memang baik 24 Maret nanti secara penuh kita sudah menyatakan ini siap dioperasikan secara komersial," ucap William.
Direktur PT. MRT Jakarta, William Sabandar menjelaskan, perkembangan proyek MRT mencapai 99,06% jelang kunjungan publik pada 12 Maret 2019 mendatang. Tahapan saat ini dari 27 Februari-11 Maret 2019, pihaknya mengadakan full trial run dan emergency operation simulation.
William menuturkan, selain teknis operasional, MRT juga telah menyiapkan para petugas di stasiun-stasiun dan staf MRT sesuai tugas dan fungsi.
"Lihat sekarang kondisi Stasiun Bundaran HI dan juga teman-teman yang mengawal stasiun mulai dari stasiun manager sampai stasiun master ya. Kemudian seluruh staff stasiun itu sudah in place lengkap dengan seragam dan ini mereka akan menerima kunjungan publik pada 12 Maret begitu kira-kira progresnya," kata William di Jakarta, Jumat (1/3/2019).
Meskipun begitu, pihaknya belum bisa membeberkan berapa besaran tarif kereta cepat tersebut. Dia juga menegaskan bahwa hal itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi."Harga itu kewenangan penuh Pemprov DKI. Jadi kita menunggu saja. (Penentuan harga) melibatkan Pemprov dan DPRD DKI," terangnya.
Dengan segala persiapan tersebut, William meyakini sudah bisa melakukan pengoperasian kereta MRT secara komersil mulai 24 Maret mendatang.
"Rencana operasi komersial itu kita akan perkirakan 24-31 maret. Jadi waktunya anytime tapi memang baik 24 Maret nanti secara penuh kita sudah menyatakan ini siap dioperasikan secara komersial," ucap William.
(whb)