Cucu Bung Hatta Ajak Milenial ke Museum Daripada ke Mal

Jum'at, 22 Februari 2019 - 13:04 WIB
Cucu Bung Hatta Ajak...
Cucu Bung Hatta Ajak Milenial ke Museum Daripada ke Mal
A A A
LEBAK - Cucu proklamator Indonesia Muhammad Hatta, Gustika Jusuf Kalla mengajak kaum milenal untuk belajar sejarah dengan mengunjungi museum daripada kongkow di mal.

"Sama teman-teman daripada ke mal mulu, bisa jalan-jalan ke museum. Museum juga sudah ber-ac, selain jalan-jalan juga bisa belajar," kata Gustika saat menghadiri peringatan Setahun Museum Multatuli, Lebak, Banten.

Menurut dia, agar menggemari sejarah anak muda tidak hanya membaca buku saja. Tapi, bisa mengunjungi museum sambil belajar seperti ke Museum Multatuli yang menjadi museum antikolonial pertama di Indonesia.

"Museum multatuli di Indonesia lebih bagus dibanding multatuli di Belanda. Di sini lebih besar ada perpustakaan dan terlihat lebih terawat," ujarnya.

Selain itu, kata alumnus War Studies di King's College, London itu belajar sejarah tidak hanya sebatas menghafal tapi didalamnya ada nilai-nilai yang sudah diperjuangkan untuk kemerdekaan Indonesia.

"Kesadaran yang harus dibangun adalah bukan sekedar menghafal sejarah saja. Tapi, nilai-nilai yang diperjuangkan itu apa, dan bisa mengerti, mengkhayati lebih dalam negara ini," kata Gustika.

Untuk diketahui, Museum Multaltuli didirikan setahun lalu yang mengenang tokoh Belanda penolak kolonialisme tersebut menampilkan sejarah kolonialisme dan antikolonialisme dari berbagai sisi.

Didalamnya tergambar Museum Multatuli memiliki tujuh ruang pamer. Setiap ruangan mewakili periode di dalam sejarah kolonialisme.

Ruang pertama merangkap sebagai lobi dengan hiasan wajah Multatuli terbuat dari kepingan kaca serta kalimat kutipan Multatuli yang tenar: “Tugas Seorang Manusia Adalah Menjadi Manusia”.

Ruang kedua mengisahkan masa awal kedatangan penjelajah Eropa ke Nusantara. Ketiga, tentang periode tanam paksa dengan fokus budidaya kopi. Keempat, ruang Multatuli dan pengaruhnya kepada para tokoh gerakan kemerdekaan.

Kelima, menceritakan gerakan perlawanan rakyat Banten dan kemudian gerakan pembebasan Indonesia dari penjajah Belanda. Keenam, terdiri dari rangkaian kronologis peristiwa penting di Lebak dan era purbakala. Ketujuh, terdiri dari foto mereka yang pernah lahir, menetap serta terinspirasi dari Lebak.
(wib)
Berita Terkait
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Ini Jajaran Direksi...
Ini Jajaran Direksi Kaum Milenial BUMN, Siapa Termuda?
PDIP Sasar Milenial...
PDIP Sasar Milenial lewat Ride And Night Run 2022
Generasi Muda Makin...
Generasi Muda Makin Sadar Investasi, Bibit Berikan Sejumlah Pilihan
Menurut Milenial, Indonesia...
Menurut Milenial, Indonesia Saat Ini Kurang Demokratis
Srikandi Ganjar Gandeng...
Srikandi Ganjar Gandeng Naldaf Project Gelar Photoshoot di Lapangan Banteng
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
8 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
10 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
10 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
23 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
46 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved