Begini Modus Pelaku Order Fiktif GO-JEK Menjalankan Aksinya

Kamis, 14 Februari 2019 - 13:54 WIB
Begini Modus Pelaku...
Begini Modus Pelaku Order Fiktif GO-JEK Menjalankan Aksinya
A A A
JAKARTA - Polisi menciduk empat orang pelaku penipuan dengan modus order fiktif pada transportsi online , yakni GO-JEK . Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mempunyai software khusus yang bisa membuat order fiktif ke GO-JEK.

"Modus tersangka melakukan order fiktif seakan benar ada order atau pemesanan perjalanan, terlihat benar ada perjalanan dalam sistem GO-JEK, faktanya tak ada perjalanan yang dilakukan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jayaz Kombes Argo Yuwono pada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, kasus itu terungkap setelah polisi menerima laporan dari pihak GO-JEK tentang adanya order fiktif hingga membuat pihak GO-JEK merugi. Setelah melakukan penyelidikan beberapa hari, polisi menemukan adanya dugaan manipulasi data seolah otentik dan atau penipuan yang dilakukan sekelompok orang di Ruko Komplek Taman Dutamas. (Baca: Polisi Bongkar Aksi Penipuan Modus Order Fiktif Penumpang GO-JEK )

"Adapun dalam proses penipuannya itu, pelaku menggunakan handphone, modem, kartu, dan software khusus untuk bisa membuat order fiktif itu," tuturnya.

Sebelumnya, kata dia, para pelaku itu menyiapkan puluhan akun untuk didaftarkan sebagai driver melalui software itu. Pelanggan, juga didaftarkan melalui software tersebut oleh pelaku, dengan begitu proses order fiktif pun bisa berjalan.

"Lalu, mereka ini mengoperasikannya di ruko yang ada di Jalembar, Jakarta Barat itu. Nah yang utak-atik dan instal software itu di handphone agar order fiktif bisa berjalan masih kami cari orangnya," jelasnya. (Baca juga: Ojek Online Kian Liar Kuasai Jalanan di Jakarta )

Adapun pelaku, ungkapnya, ada yang berperan sebagai pelanggan dan ada pula sebagai driver. Mereka saling berkomunikasi melalui handphone seolah melakukan pemesanan dan perjalanan, padahal mereka berada di satu tempat yang sama dan tak kemana-mana.

"Satu pelaku ini punya puluhan akun. Kita masih dalami sudah berapa lama mereka melakukan itu, kalau pengakuannya kan baru tiga bulanan ini," paparnya.

Pihak Gojek, tambahnya, mengalami kerugian lantaran selalu memberikan fee atas setiap poin perjalanan yang ternyata fiktif tersebut.
(ysw)
Berita Terkait
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Tentukan Nasib Tarif...
Tentukan Nasib Tarif Ojol Pasca Kenaikan BBM, Kemenhub Gelar Rapat Sore Ini
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan...
ORASKI Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Online, Tolak Intervensi Berlebihan
Kabar Gembira! Mikrolet...
Kabar Gembira! Mikrolet dan Ojek Online di Jatim Bebas Pajak Kendaraan Bermotor
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
9 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 jam yang lalu
Infografis
Begini Cara Lihat Data...
Begini Cara Lihat Data Bocor di Dark Web Lewat Gmail
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved