Prarekonstruksi, Pembanting Anak di Depok Sempat Remas Kemaluan Korban

Rabu, 13 Februari 2019 - 21:16 WIB
Prarekonstruksi, Pembanting...
Prarekonstruksi, Pembanting Anak di Depok Sempat Remas Kemaluan Korban
A A A
DEPOK - Hari Kurniawan, ayah pembunuh anak tiri di Tapos, Depok menjalani prarekonstruksi. Hari menjalani 20 adegan yaitu tiga adegan yang terjadi pada Selasa 5 Februari dan 17 adegan yang terjadi pada Jumat 8 Februari 2019. Dari adegan awal hingga akhir dinyatakan sesuai dengan BAP yang dibuat penyidik.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, tujuan prarekonstruksi ini agar penyidik bisa menggambarkan dengan jelas kasus tersebut. Dari prarekonstruksi itu diketahui bahwa Hari membanting anak tirinya ke lantai hingga tewas. Selain itu dia juga meremas alat vital korban lantaran pelaku merasa kesal pada istrinya.

"Dari hasil pra rekonstruksi memang terlihat ketika pelaku membersihkan (kotoran) dipampres, korban setelah meninggal dunia ada adegan pelaku memegang kemaluan dari korban," tukasnya di Depok, Rabu (13/2/2019).

Kepada penyidik, Hari mengaku itu bukan tindakan pelecehan melainkan karena dia kesal pada istrinya sehingga anaknya menjadi pelampiasan. Pasalnya, Eni istri Hari belum juga pulang mengamen dari kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

"Karena orang tua korban (ibunya) belum pulang padahal korban sudah meninggal. Jadi ketika tersangka membersihkan kotoran yang dipampers itu pelaku meremas bagian kemaluan korban," tukasnya.

Ditanya soal ancaman jeratan hukuman soal pelecehan seksual, Daus mengatakan, saat ini yang menjadi fokus pihaknya adalah pada penganiayaan yang menyebabkan meninggal korban.

"Fokus kami pada tindakan penganiayaan pelaku yang menyebabkan korban meninggal," pungkasnya. (Baca juga: Bayi Tewas Dibanting, Ayah Tiri dan Ibu Kandung Diperiksa di Polres Depok )

Diketahui bahwa Hari melakukan penyiksaan terhadap NF (2) pada Jumat 8 Februari 2019 di rumah kontrakannya di Tapos, Depok. Hari menyiksa NF dengan dibanting ke lantai. Akibat penyiksaan ini, NF meninggal dunia.
(mhd)
Berita Terkait
Gadis Kecil Ditemukan...
Gadis Kecil Ditemukan Jadi Mayat Kebun Karet, Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sadis, Ibu Tiri di Singkawang...
Sadis, Ibu Tiri di Singkawang Tega Aniaya Anak 7 Tahun Hingga Tewas
Special Report iNews,...
Special Report iNews, Jumat Hari ini Pukul 15.30: Balita Tumbal Konflik Orang Tua
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
6 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
6 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
8 jam yang lalu
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
8 jam yang lalu
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
8 jam yang lalu
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved