Sebut Biaya Urus Sertifikat Wajar, Pengamat: Legitimasi Pungli

Minggu, 10 Februari 2019 - 08:42 WIB
Sebut Biaya Urus Sertifikat...
Sebut Biaya Urus Sertifikat Wajar, Pengamat: Legitimasi Pungli
A A A
TANGERANG SELATAN - Pernyataan Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhamad Ramlie yang menganggap wajar biaya mengurus Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menuai kritik masyarakat luas.

Pernyataan itu, dianggap sebagai bentuk legitimasi atas terjadinya praktik pungutan liar (Pungli) yang dikeluhkan masyarakat Kota Tangsel selama ini. Padahal pemerintah pusat telah menegaskan, program sertifikasi tanah rakyat melalui PTSL tak dikenakan biaya.
Sebut Biaya Urus Sertifikat Wajar, Pengamat: Legitimasi Pungli
"Penting menjadi catatan pernyataan Ketua DPRD tidak memiliki dasar hukum yang jelas, dan terkesan asal ucap tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang timbul," ucap Koordinator Divisi Monitoring Kebijakan Publik Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Ahmad Priatna di Tangsel, Sabtu (9/2/2010).

Seharusnya, kata dia, sebagai pejabat publik yang menduduki posisi penting pada suatu lembaga perwakilan rakyat, Ketua DPRD harus mempertimbangkan ucapan yang dilontarkan kepada publik, karena bisa menjadi ujaran yang mengarah pada legitimasi hukum.

"Dapat ditarik kesimpulan, bahwa pernyataan Ketua DPRD Tangsel secara tidak langsung melegitimasi Pungli PTSL yang marak terjadi," sambung Priatna.

Menurutnya, pernyataan politikus Partai Golkar itu memaklumi adanya biaya saat mengurus sertifikat tanah PTSL jelas bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku. Hal itupun mengkhianati kepercayaan masyarakat yang selama ini menganggap DPRD sebagai wadah memerjuangkan aspirasi arus bawah.

"Kami selaku masyarakat mengecam pernyataan yang di lontarkan Ketua DPRD tersebut. Karena jelas sangat menyakiti hati masyarakat yang menjadi korban pungli PTSL," tegasnya lagi.

Dia pun meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi perhatian lebih terhadap maraknya pungli PTSL di Kota Tangsel. Disebutkannya, praktik Pungli itu telah menghambat program strategis nasional. Sehingga secara otomatis bisa saja menimbulkan penilaian masyarakat, bahwa apa yang diharapkan oleh pemerintah pusat tak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Jangan sampai masyarakat menilai bahwa program unggulan yang digratiskan untuk masyarakat itu hanya isapan jempol semata," tukasnya. (Baca juga: Ada Biaya Urus Sertifikat Tanah, Ketua DPRD Tangsel Anggap Wajar )

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tangsel Muhamad Ramlie menyampaikan, bahwa permintaan uang saat kepengurusan PTSL sangat wajar. Mengingat ada kebutuhan yang harus dikeluarkan oleh petugas di lapangan.

"Ada juga yang menyampaikan ke saya, ya artinya materai kan perlu dibeli, orang ngukur segala macem masa nggak ada itu sama sekali. Wajar dong, kalau yang batas kewajaran," katanya kepada wartawan usai menghadiri Musrembang di Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kamis 7 Februari 2019.

Selain itu disebutkan dia, jika ada pemohon yang dibebankan biaya hingga jutaan rupiah saat mengurus PTSL bisa jadi disebabkan keberadaan tanah tersebut tengah bermasalah dengan ahli waris atau semacamnya.

Sehingga Ramlie menilai, rumitnya penyelesaian tersebut sangat memungkinkan bagi petugas menerima apa yang diistilahkannya sebagai "Uang Tanda Tangan". Meskipun kisaran harganya tidak bisa dipatok.

"Bisa jadi (uang) untuk menyelesaikan masalah. Apalagi kalau itu tanah yang waris segala macam, mungkin ada uang tanda tangan, itu kan lain. Secara kebetulan dia kena uang itu, untuk biaya ini biaya itu, bukan buat administrasi," jelasnya.

"Tergantung persoalannya, tapi kalau umpama persoalannya dia belum balik nama surat. Nah kemudian, dia (pemohon) minta tanda tangan (petugas), dimintain uang buat tanda tangan itu dua juta, ya wajar. Apalagi tanahnya dia luas," ucapnya.
(mhd)
Berita Terkait
Tangsel, Kota Seribu...
Tangsel, Kota Seribu Pak Ogah
Pemkot Tangerang Buka...
Pemkot Tangerang Buka Pengaduan Pungli Bansos Covid-19 via WA 08111500239
Diperiksa 2 Jam Terkait...
Diperiksa 2 Jam Terkait Pungli Anak Yatim, Lurah Peninggilan Utara Terancam Dicopot
Pungli Preman Kampung...
Pungli Preman Kampung Masih Resahkan PKL di Pasar Lama Tangerang
Siap-siap! Polres Tangerang...
Siap-siap! Polres Tangerang Bakal Sikat Preman Kampung yang Resahkan Masyarakat
Pungli Oknum ASN di...
Pungli Oknum ASN di Tangsel, Wawalkot Minta Lurah Evaluasi Jajaran
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
34 menit yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
2 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
3 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
3 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
3 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
4 jam yang lalu
Infografis
Biaya Perang Pakistan-India...
Biaya Perang Pakistan-India selama 4 Pekan, Siapa Paling Boncos?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved