Ada 8 Desa Tertinggal di Pangandaran Versi Kemendes

Rabu, 06 Februari 2019 - 16:13 WIB
Ada 8 Desa Tertinggal...
Ada 8 Desa Tertinggal di Pangandaran Versi Kemendes
A A A
PANGANDARAN - Dari 93 Desa yang tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, ada 8 Desa yang ditetapkan sebagai Desa tertinggal oleh Kementerian Desa.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran Tjomi Suryadi mengatakan, Kementerian Desa telah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2/2016 tentang Indek Desa Membangun. "Dalam Permendes Nomor 2/2016 tersebut tersirat 6 kriteria Desa tertinggal," kata Tjomi.

Kriteria tersebut meliputi perekonomian masyarakat, sumber daya manusia setempat, ketersediaan infrastruktur/prasarana, kapasitas yang dimiliki daerah/kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas dan karakteristik Desa. "Kementerian Desa telah melakukan interverensi kepada Desa tertinggal melalui beberapa program," tambahnya.

Desa yang masuk pada Desa tertingga di Kabupaten Pangandaran diantaranya, Desa Bunisari dan Desa Cempaka di Kecamatan Cigugur. Desa Cimanggu, Desa Bojongkondang, Desa Cisarua dan Desa Pangkalan di Kecamatan Langkaplancar.

Desa Ciparakan dan Desa Banjarharja di Kecamatan Kalipucang. "Untuk Desa tertinggal di Pangandaran, pihak Pemerintah Pusat telah melakukan afirmasi dan intervensi untuk mempercepat pembangunan," papar Tjomi.

Upaya tersebut dilakukan agar percepatan pembangunan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan daerah yang bersangkutan. "Ada cara dan tahapan sebagai upaya agar Desa tertinggal bisa setara dengan Desa yang lain," terangnya.

Upaya tersebut melalui perbaikan ekonomi dan menganalisa jumlah penduduk, keluarga, penduduk miskin, dan keluarga prasejahtera dan sejahtera.

Selain itu ada juga analisa PDRB melalui persentase kedalaman kemiskinan dan IKK juga meningkatkan kualitas SDM melalui evaluasi jumlah penduduk, persentase angkatan kerja dan persentase pengangguran. "Angka melek huruf, angka partisipasi sekolah dan IPM juga kita kaji di 8 Desa tertinggal," jelas Tjomi.
(nag)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
44 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved