Karantina Bandara Soetta Bakar Benih Lada dan Jahe Berbahaya India

Jum'at, 25 Januari 2019 - 18:16 WIB
Karantina Bandara Soetta...
Karantina Bandara Soetta Bakar Benih Lada dan Jahe Berbahaya India
A A A
TANGERANG - Sebanyak 561 batang benih jahe, dan satu Kilogram umbi jahe berbahaya dari India, dimusnahkan di Instalasi Karantina Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Ratusan batang benih jahe dan umbi jahe ini, merupakan barang sitaan dari warga negara India, berinisial PS (24), yang diamankan petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP), pada 20 Januari 2019.

Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini mengatakan, ratusan benih tanaman jahe tersebut, tidak dilengkapi dengan surat jaminan kesehatan dari Karantina India.

"Benih rempah berupa lada dan jahe ilegal ini, berpotensi membawa hama penyakit. Seperti serangga longitarsus nigripennis, dan cendawan rosellinia necatrix," katanya, di Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (25/1/2019).
Karantina Bandara Soetta Bakar Benih Lada dan Jahe Berbahaya India

Selain itu, juga serangga jenis phytophthora citropththora yang berbahaya. Serta, bakteri pseudomonas syringae pv. syringae, gulma cirsium arvense untuk lada dan cendawan macrophomina phaseolina pada jahe. (Baca: BBKP Soetta Sita Ratusan Kilogram Buah Impor Busuk dan Berlalat )

"Berdasarkan Permentan Nomor 31/2018 tentang Jenis OPTK. Benih ini masuk ke dalam media pembawa OPTK yang berpotensi menyebarkan penyakit," jelasnya.

Dilanjutkan dia, sebelum dimusnahkan, lada dan jahe itu diperiksa terlebih dahulu, untuk mengetahui kandungan bahaya yang dibawanya jika dibiarkan ditanam. Hasilnya, ternyata berbahaya bagi tanaman lain.

"Sebagian OPTK ini merupakan golongan I. Artinya, belum ada di Indonesia, dan tidak dapat disembuhkan, dan sangat bahaya bagi budidaya rempah kita," sambungnya. (Baca juga: Gudang Penimbun Mi Instan Kedaluarsa Digerebek di Tangerang )

Lebih jauh, masuknya benih ini juga tidak memiliki Surat Ijin Pemasukan Menteri Pertanian dari Indonesia. Padahal, menurut pengakuan pemilik, benih itu untuk ditanam di sejumlah wilayah Republik Indonesia.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soetta Imam Djajadi menambahkan, sebelumnya, pada akhir tahun 2018, BBKP Bandara Soetta juga mengamankan tanaman anggrek Thailand.

"Kami mengamankan benih anggrek dendrobium dan onchidium sebanyak 127 ribu batang yang dibawa penumpang pesawat tanpa disertai phytosanitary certificate dari Karantina Thailand," jelasnya.

Setelah ditahan dan diperiksa, hasil dari laboratorium, benih anggrek mengandung burkholderia gladioli pv. gladioli yang merupakan OPTK kategori A1 golongan I.

"Tidak hanya itu, kami juga mengamankan kentang iris seberat 31,4 Kg asal Kanada yang dibawa penumpang Indonesia, serta jambu air syzygium samarangense var.samarangense asal Thailand," paparnya.

Jambu air itu, kata Imam, terinfeksi lalat buah atau dorsalis complex yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. Tidak hanya buah, pihaknya juga mengamankan daging sapi, babi, dan keju berbahaya.

"Semuanya sudah dimusnahkan dengan menggunakan alat pemanas bersuhu tinggi atau incinerator. Ini sangat berbahaya, dan trendnya terus meningkat," tukasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Daftar Terbaru Bandara...
Daftar Terbaru Bandara Internasional di Indonesia: 17 Bandara Turun Kelas
Target Penyelesaian...
Target Penyelesaian Bandara Dhoho di Kediri pada Akhir Tahun 2023
Bikin Ngilu, Inilah...
Bikin Ngilu, Inilah 5 Bandara Paling Berbahaya di Dunia!
Warga Jogja Bakal Dapat...
Warga Jogja Bakal Dapat Kado HUT RI ke-76, Apa Itu?
Proyek Bandara Kediri...
Proyek Bandara Kediri Dimulai, Pemerintah Gandeng Gudang Garam
Berkat Digitalisasi,...
Berkat Digitalisasi, Bandara Soetta Naik Peringkat ke-35 Bandara Terbaik Dunia
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
10 jam yang lalu
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
11 jam yang lalu
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
11 jam yang lalu
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
12 jam yang lalu
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
12 jam yang lalu
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
13 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jumlah...
Perbandingan Jumlah Muslim antara India, Pakistan, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved