Warga Geruduk Rumah yang Diduga Kumpulan LGBT di Pekan Baru

Selasa, 15 Januari 2019 - 17:59 WIB
Warga Geruduk Rumah...
Warga Geruduk Rumah yang Diduga Kumpulan LGBT di Pekan Baru
A A A
PEKAN BARU - Sebuah rumah di Jalan Uka Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau digeruduk warga karena diduga dijadikan tempat perkumpulan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Rumah yang cukup besar itu digeruduk puluhan warga pada Selasa (15/1/2019) sore. Rumah itu berlokasi RT 02 RW 03 Kelurahan Air Putih ini di depannya juga dipasang plang organisasi OPSI (Organisasi Perubahan Sosial Indonesia).

Menurut warga, rumah itu sering didatangi sejumlah banci. Mereka juga beraktivitas sampai larut malam. Bahkan ada juga lelaki berwajah oriental kadang datang ke sana. Saat digeruduk ada dua orang di rumah itu.

"Mereka beraktivis sampai larut malam. Mereka menghidupkan musik keras-keras. Warga sudah sering protes," ucap El Ramuza, tokoh pemuda di Jalan Uka.

Usai mengeruduk, warga juga menginterogasi dua orang yang saat itu berada dalam rumah. Warga pun mencabut plang Sekretariat OPSI. Warga meminta agar organisasi OPSI tidak ada lagi di wilayah mereka karena diduga terselubung LGBT.

Ketua RT 02, Supriadi mengatakan, pihak OPSI memiliki izin. Namun, izinnya bukan untuk kegiatan penyimpangan LGBT. Dia juga menyebut belum ada laporan warga terkait LGBT.

"Kita kaget juga kalau ada LGBT. Setahu saya rumah tersebut merupakan organasi untuk pencegahan HIV dan AIDS," ucapnya.

Namun, pemilik rumah sekaligus pengurus OPSI itu mengaku bahwa dirinya mantan LGBT. Dia juga meminta izin untuk melakukan pembinaan terhadap orang LGBT agar kembali ke jalan yang benar.

Ruli Ramadani, pemilik rumah sekaligus pengurus sekretariat OPSI mengklaim sudah mengantongi izin organisasinya dari Pemkot Pekanbaru dan Pemprov Riau.

"Organisai kita sah. Ada izin dari Kesbangpolinmas Kota Pekan Baru dan Provinsi Riau. Saya selama ini tinggal bersama adik dan satu teman saya. Kita bergerak dalam sosialisasi pencegahan HIV dan AIDS di kalangan kita. Kita sudah ada sejak tahun 2017," ucapnya.

Terkait sering adanya musik, Ruli mengaku bahwa dirinya suka karoeke. "Wajar saja, kita kan suka musik. Jika warga tidak senang bisa menegur kita saja," imbuhnya.

Namun, warga tidak terima dengan keterangan pemilik rumah. Warga meminta tidak ada aktivitas di Kantor OPSI lagi. Pihak Polsek Tampan pun mengamankan dua penghuni rumah tersebut.
(rhs)
Berita Terkait
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
4 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
5 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
7 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
8 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
8 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
9 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved