Bursa Cawagub DKI, Petinggi Gerindra Enggan Komentari Figur Suhaimi
Jum'at, 04 Januari 2019 - 11:26 WIB
Bursa Cawagub DKI, Petinggi Gerindra Enggan Komentari Figur Suhaimi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif mengaku telah mengetahui pengajuan nama politikus PKS, Abdurrahman Suhaimi, sebagai kandidat calon Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta.
Meskipun begitu, Syarif enggan mengomentari lebih jauh tentang figur Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta itu. Tapi ia yakin Suhaimi merupakan salah satu kader unggul dari PKS. "Bagus, bagus, bagus," kata Syarif saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/1/2019).
"Saya enggak mau komentari figurnya. (Suhaimi) kader PKS yang bagus, yang lama mengabdi di partai. Artinya PKS mendorong kader yang terbaik karena sudah mengabdi lama," lanjutnya. (Baca juga: Jelang Uji Kelayakan Calon Wagub DKI, Suhaimi Tak Mau Ambil Pusing)
Syarif tidak kaget mendengar nama Suhaimi masuk bursa cawagub DKI. Pasalnya memang dari Gerindra meminta ada 4-5 orang yang ikut uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
"Enggak kaget saya. Orang kita mintanya kan lebih dari 4 orang, muncullah. Nambah satu (nama) ya alhamdulillah. Harapan kita ya tetap 4 sampai 5," ucapnya.
Nantinya pansel akan melakukan pendalaman terhadap tiga kandidat itu. Target pansel selesai bekerja pada 25 Januari 2019 mendatang.
Meskipun begitu, Syarif enggan mengomentari lebih jauh tentang figur Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta itu. Tapi ia yakin Suhaimi merupakan salah satu kader unggul dari PKS. "Bagus, bagus, bagus," kata Syarif saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/1/2019).
"Saya enggak mau komentari figurnya. (Suhaimi) kader PKS yang bagus, yang lama mengabdi di partai. Artinya PKS mendorong kader yang terbaik karena sudah mengabdi lama," lanjutnya. (Baca juga: Jelang Uji Kelayakan Calon Wagub DKI, Suhaimi Tak Mau Ambil Pusing)
Syarif tidak kaget mendengar nama Suhaimi masuk bursa cawagub DKI. Pasalnya memang dari Gerindra meminta ada 4-5 orang yang ikut uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
"Enggak kaget saya. Orang kita mintanya kan lebih dari 4 orang, muncullah. Nambah satu (nama) ya alhamdulillah. Harapan kita ya tetap 4 sampai 5," ucapnya.
Nantinya pansel akan melakukan pendalaman terhadap tiga kandidat itu. Target pansel selesai bekerja pada 25 Januari 2019 mendatang.
(thm)