Selama Operasi Lilin 2018, Kasus Kecelakaan di Sumsel Meningkat

Kamis, 03 Januari 2019 - 13:21 WIB
Selama Operasi Lilin...
Selama Operasi Lilin 2018, Kasus Kecelakaan di Sumsel Meningkat
A A A
PALEMBANG - Selama menggelar Operasi Lilin 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat jumlah kasus kecelakaan di Sumsel mengalami peningkatan.

Dari data yang dimiliki, Ditlantas Polda Sumsel menyebutkan jumlah kasus kecelakaan tercatat sebanyak 22 kasus atau melonjak dari tahun 2017 sebanyak dengan hanya 12 kasus kecelakaan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel, AKBP Aspan Sanjaya mengatakan, selama 10 hari masa operasi lilin 2018 lalu tercatat 10 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas), sembilan orang mengalami luka berat dan 16 orang mengalami luka ringan dengan total kerugaian material mencapai Rp80 juta lebih.

Aspan mengatakan, sebagian besar kecelakaan yang terjadi dikarenakan faktor kelalaian manusia atau human error. Kecelakaan sering terjadi karena pengemudi tidak konsentrasi atau dalam keadaan tidak dalam kondisi prima saat berkendara.

"Selain human error, ada beberapa lokasi yang rawan kecelakaan karena kurangnya penerangan atau jalan berlubang. Ada juga kendaraan yang mogok namun tidak memasang rambu sehingga tertabrak. Hal seperti ini masih kerap terjadi," kata AKBP Aspan saat diwawancarai SINDOnews, Kamis (03/01/2019).

Kenaikan kasus lakalantas di sepanjang tahun 2018 di Sumsel juga mengalami peningkatan sebesar 3,47%. Pada tahun 2017 jumlah lakalantas mencapai 1.152 sementara pada tahun 2018 meningkat menjadi 1.192 kasus.

Terkait masih tingginya angka Lakalantas, Aspan mengimbau kepada pengguna kendaraan untuk tetap disiplin dalam berlalulintas dan mematuhi peraturan berkendara.

Pada saat yang sama pihak kepolisian pun tetap terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait keselamatan berkendara.

"Ada tujuh pelanggaran yang berpotensi kecelakaan seperti mengemudi dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM, tidak menggunaan safety belt, melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, pengemudi dibawah umur dan berkendara dibawah pengaruh alkohol. Itu wajib ditindak dan tidak bisa ditolerir," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Libur Nataru 2020, Lalu...
Libur Nataru 2020, Lalu Lintas Tol Cipali Diprediksi Naik 12,6 Persen
Waspada 3 Titik Kepadatan...
Waspada 3 Titik Kepadatan saat Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Pesan Menhub
Volume Lalu Lintas ke...
Volume Lalu Lintas ke Luar Jabodetabek Saat Libur Natal Naik 15,14%
Angka Kecelakaan Tinggi,...
Angka Kecelakaan Tinggi, Korlantas Polri Imbau Masyarakat Hindari Mudik Nataru Menggunakan Sepeda Motor
Libur Nataru, Lalu Lintas...
Libur Nataru, Lalu Lintas Tol Cipali Arah Jawa Meningkat 60 Persen
Libur Nataru, Jabar...
Libur Nataru, Jabar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas hingga Pasang CCTV
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
32 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
37 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved