Psikolog Forensik Sebut Penggunaan Senpi Picu Orang Berbuat Nekat

Kamis, 03 Januari 2019 - 01:03 WIB
Psikolog Forensik Sebut...
Psikolog Forensik Sebut Penggunaan Senpi Picu Orang Berbuat Nekat
A A A
JAKARTA - Penggunaan senjata api memicu seseorang berbuat nekat. Kondisi ini harus diwaspadai tak hanya oleh warga sipil, melainkan aparat keamanan seperti TNI dan Polri.

Terlebih kepemilikan senjata api mendorong seseorang untuk melakukan kekerasan. Efek domino akan terjadi, salah satunya bunuh diri, tak terkecuali anggota kepolisian yang kemudian menembakan dirinya.

“Karena itu dibutuhkan konseling bagi yang ingin memiliki atau menggunakan senpi,” kata Psikolog Forensik Reza Indragiri menanggapi dugaan bunuh diri Bripka Matheus, Rabu (2/1/2019).

Reza melihat saat ini banyak polisi yang minim menjalani konseling. Kondisi itu membuat kerapuhan psikologis terjadi pada anggota, simbosis efek senjata terjadi dan mendorong penggunaan nekat. (Baca: Polisi Selidiki Kematian Bripka Matheus di Pemkaman )

Dalam gejala itu, Reza meyebutkan gejala John Wayne Syndrome, artinya Sindrom ini termanifestasikan pada prinsip ‘malu mengaku takut, hina mengaku letih, aib mengaku sakit’. Namun, doktrin tersebut dianggap menanggalkan sisi kemanusiaan polisi. "Maka terjadilah penyalahgunaan senjata akibat impulsivitas," ungkap Reza.

Termasuk soal banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian. Reza menilai itu merupakan kesalahan yang terjadi dalam perekrutan. Padahal kesalahan ini bisa diminimalisir dengan perekrutan yang bener dan psikologi minimal.

Nahasnya, pola perekrutan tidak cermat. Masalah itu lalu menghasilkan tiga subkultur di tubuh Polri, yakni sub-kultur brutalitas, sub-kultur korup, dan chauvinism.

"Ditambah lagi jika kita masukkan unsur alkohol. Saya pernah katakan bahwa kalau penegak hukum pakai napza, lembaga semestinya tak bisa cuci tangan," ujarnya.

Ketidakbecusan lembaga menangani psikologi personel yang luar biasa stres, tambah Reza, mendorong personel beradaptasi dengan cara-cara merusak. "Chaotic behavior sebagai buah dari organized chaos," tuturnya.
(ysw)
Berita Terkait
3 Fakta Polisi Tewas...
3 Fakta Polisi Tewas Ditembak Polisi di Polres Solok Selatan, Didor Bagian Kepala
Kasus Bripda Ignatius...
Kasus Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage Tewas Ditembak, 2 Polisi Diamankan
Dugaan Bisnis Gelap...
Dugaan Bisnis Gelap Senpi dalam Tragedi Polisi Tembak Polisi, Selengkapnya Malam ini, Eksklusif di The Prime Show with Aiman, iNews
Polisi Tembak Mati Polisi...
Polisi Tembak Mati Polisi di Rusun Polri Cikeas Bogor
Polisi Bongkar Makam...
Polisi Bongkar Makam Gamma Paskibra yang Tewas Ditembak Oknum Polisi di Semarang
Keluarga Gamma Paskibra...
Keluarga Gamma Paskibra Tewas Ditembak Oknum Polisi Resmi Lapor Polda Jateng
Berita Terkini
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
44 menit yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
2 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
2 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
4 jam yang lalu
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
4 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter di Atas Puncak
5 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved