Petugas Pencari Korban Tsunami Berhamburan Mendengar Air Laut Naik

Rabu, 26 Desember 2018 - 21:08 WIB
Petugas Pencari Korban...
Petugas Pencari Korban Tsunami Berhamburan Mendengar Air Laut Naik
A A A
SERANG - Petugas gabungan yang sedang melakukan pencarian korban tsunami Selat Sunda di Villa Mutiara Carita Pandeglang berhamburan ketika mendengar kabar gelombang air laut kembali naik.

Pada saat bersamaan, Kontributor SINDOnews.com Rasyid Ridho sedang meliput proses pencarian korban yang diduga masih ada di bawah reruntuhan bangunan pun ikut menyelamatkan diri.

Memang di lokasi angin dan ombak laut Selat Sunda sedang tidak bersahabat. Tim pencarian dari TNI, Basarnas, dan relawan pun memutuskan untuk dihentikan sementara hingga cuaca kembali normal,

Sesudah mewancarai narasumber, kawan-kawan media pun mendengar teriakan untuk menjauh dari bibir pantai sebab gelombang air akan kembali naik. "Air naik, air naik, ada buih lari, lari," teriak petugas.

Mendengar akan ada gelombang air naik, seluruh petugas dan kami pun melarikan diri keluar dari kawasan villa mutiara carita menuju ke lokasi yang lebih tinggi menggunakan mobil truk milik TNI.

Bahkan, warga sekitar yang mendegar teriakan keluar rumah dan melarikan diri menggunakan kendaraan roda dua maupun berlari kearah perbukitan di kantor Kecamatan Carita.

Ibu-ibu pun menggendong anaknya menjauh dari pantai, bahkan para pedagang yang berada di depan kantor Puskesmas Carita menutup warungnya untuk menyelamatkan diri,

Hingga saat ini, informasi akan adanya gelombang tinggi tidak terjadi. Kejadian tersebut membuat panik petugas dan warga. Sebab, kejadian seperti itu sudah dialami Kontributor Sindonews tiga kali semenjak hari pertama kejadian bencana tsunami.

Sebelumnya, Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama warga Kecamatan Sumur dibuat panik mendengar kabar akan ada gelombang tinggi.

"Tadi ada himbauan dari dalam Masjid air naik, air naik. Kami ingin menyelamatkan orang lain tapi kani menyelamatkan diri dulu. jangan nanti semua jadi korban," kata Irna.

Menurutnya, dengan seringnya beredar informasi tidak benar mengakibatkan pekerjaan dari tim SAR, relawan mengirim bantuan dan menfevakuasi korban terganggu..

Sebab sudah empat kali saat bekerja mendapatkan informaai akan kembali terjadi tsunami. "Hoax lagi hoax lagi. mau kerja engfa jadi jadi. Kami harus maju. Saya harap masyarakat untuk tenang dan beraktifitas jauh dari pantai demi keselamatan bersama," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Hasil Pemodelan BMKG,...
Hasil Pemodelan BMKG, Tsunami di Selat Sunda Akibat Gempa Magnitudo 8,7 Bisa Sampai Jakarta
4 Tsunami Dahsyat yang...
4 Tsunami Dahsyat yang Pernah Menghantam Daratan Indonesia
Sejarah Gempa dan Tsunami...
Sejarah Gempa dan Tsunami di Selat Sunda, 1903 Paling Dahsyat
Ancaman Megathrust dan...
Ancaman Megathrust dan Tsunami Selat Sunda hingga Jakarta, BPBD Mitigasi Bencana
BNPB Gelontorkan Dana...
BNPB Gelontorkan Dana Rp114 M Percepat Rehab Pascatsunami Selat Sunda
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
5 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
10 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved