AMS dan ACT Sumsel Gelar Aksi Peduli Uighur

Jum'at, 21 Desember 2018 - 16:40 WIB
AMS dan ACT Sumsel Gelar...
AMS dan ACT Sumsel Gelar Aksi Peduli Uighur
A A A
PALEMBANG - Krisis hak asasi manusia (HAM) terhadap masyarakat Uighur, seperti pelarangan beribadah menuai reaksi dari Aliansi Masyarakat Sumsel (AMS) dan ACT Sumsel. Kelompok massa ini mengelar aksi unjuk rasa peduli masyarakat Uighur.

Koordinator Aksi AMS Selamatkan Uighur, Ardiansyah, mengatakan, mencermati adanya perlakuan Pemerintah China kepada muslim Uighur yang sudah melewati ambang batas kewajaran, sudah masuk kategori kekerasan, bahkan kejahatan kemanusiaan.

"Umat Islam sedunia sudah semestinya melakukan tekanan atas kejahatan yang terjadi di negara komunis seperti China ini, yang secara hegemonik menguasai perkonomian dunia merasa yakin tak akan ada reaksi signifikan," teriak Ardiansyah saat menggelar aksi peduli Uighur di Bunderan Air Mancur Masjid Agung Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/12/2018).

Dalam aksi itu mereka menyampaikan beberapa sikap. Di antaranya, pertama, mengutuk keras pemerintahan China atas penzdholiman, intimidasi, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uighur di Xinjiang China.

Kedua, kebijakan pemerintah China yang secara sistematis melakukan penzdholiman, intimidasi, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uighur di Xinjiang China adalah merupakan bentuk pelanggaran HAM dan melecehkan hukum internasional.

Ketiga, mendesak kepada pemerintah China agar dalam waktu sepekan setelah pernyataan ini, untuk menghentikan penzdholiman, intimidasi, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uighur di Xinjiang China. Sebab, hal itu bertentangan dengan Universal Declaration of Human Right.

Keempat, mendesak Organisasi Kerja Sama negara Islam (OKI), PBB dan Komnas HAM RI untuk melakukan upaya penyelamatan muslim Uihgur. Dan bersikap tegas terhadap Rezim China untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka, serta secara khusus meminta kepada Pemerintah RI untuk bersikap tegas terhadap Pemerintah China.

Kelima, menyerukan kepada umat Islam sedunia umumnya dan khususnya di Indonesia untuk melakukan gerakan solidaritas dengan menyalurkan bantuan dan pertolongan bagi muslim Uighur.

Terakhir, mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan politik praktis sesaat dan upaya adu domba di antara umat Islam di Indonesia.

Perwakilan Tim ACT Sumsel, Elly Sumantri, mengatakan, apa yang terjadi di Uighur merupakan pelanggaran HAM dan ini adalah kejahatan internasional. Pemerintah Indonesia harus mendesak China dan dunia untuk menyelesaikan problematika Uighur.

"Kita akan segera mengirim tim emergency penyelamatan dan mendesak pemerintah pusat mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran HAM Muslim Uighur di China tersebut," tutupnya.
(rhs)
Berita Terkait
Dipukul Mundur, Mahasiwa...
Dipukul Mundur, Mahasiwa dan Pelajar Berhamburan ke Jalan Senen
Mahfud MD Minta Demo...
Mahfud MD Minta Demo 11 April Tanpa Kekerasan dan Peluru Tajam
Hendak Ikut Demonstrasi,...
Hendak Ikut Demonstrasi, Sekelompok Pelajar di Pademangan Diamankan Polisi
Demonstrasi (Unjuk Rasa)...
Demonstrasi (Unjuk Rasa) Empatik
Demonstrasi Tolak Omnibus...
Demonstrasi Tolak Omnibus Law, Anak STM: Jangan Provokasi Kami!
10 Demonstrasi Terbesar...
10 Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah, Salah Satunya Pawai Perempuan
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
21 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
31 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved