Hadapi Perubahan Iklim, PDIP Surati DKI untuk Mengecek Gedung Tinggi
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:10 WIB
Hadapi Perubahan Iklim, PDIP Surati DKI untuk Mengecek Gedung Tinggi
A
A
A
JAKARTA - DPP PDIP menggelar workshop peta rawan bencana yang diinisiasi oleh Baguna PDIP. Kegiatan tersebut untuk mengajak kesadaran masyarakat khususnya kader PDIP dalam menghadapi perubahan iklim.
Dalam sambutannya, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan Indonesia berada di daerah rawan bencana karena pengaruh perubahan iklim yang terjadi. Salah satunya kenaikan suhu di Jakarta yang dinilai di atas rata-rata dan ancaman banjir dari air laut.
"Sehingga kami ingin terus memantapkan tugas Baguna dan kami ingin menerbitkan dengan workshop ini buku manual untuk disosialisasikan di anak-anak kita di SD, SMP, SMA," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Hasto berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini semua pihak memahami betul tentang kawasan rawan bencana sejauh apa persiapan tersebut dilakukan secara maksimal.Hasto mendorong semua pihak bekerjasama dalam mengantisipasi perubahan iklim itu misalnya pengawasan keberadaan gedung-gedung oleh Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami sudah berkirim surat ke seluruh jajaran DPRD DKI untuk meminta pemerintahan Gubernur DKI untuk melakukan pengecekan apakah gedung-gedung itu sudah mempertimbangkan faktor-faktor bencana," ujarnya.
Adapun di internal PDIP, lanjut Hasto, pihaknya mendorong kepada Baguna untuk mempersiapkan tim dalam menghadapi bencana basah tanah longsor dan banjir seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kami juga melakukan evaluasi terhadap penanganan bencana di Palu Sulawesi Barat itu paling aktif mengirim yang pertama diikuti di Sulawesi Selatan dan berbagai tugas-tugas penanggungulangan bencana itu kami lakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas dan tanggungjawab Baguna di dalam menolong rakyat," tandasnya.
Dalam sambutannya, Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan Indonesia berada di daerah rawan bencana karena pengaruh perubahan iklim yang terjadi. Salah satunya kenaikan suhu di Jakarta yang dinilai di atas rata-rata dan ancaman banjir dari air laut.
"Sehingga kami ingin terus memantapkan tugas Baguna dan kami ingin menerbitkan dengan workshop ini buku manual untuk disosialisasikan di anak-anak kita di SD, SMP, SMA," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Hasto berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini semua pihak memahami betul tentang kawasan rawan bencana sejauh apa persiapan tersebut dilakukan secara maksimal.Hasto mendorong semua pihak bekerjasama dalam mengantisipasi perubahan iklim itu misalnya pengawasan keberadaan gedung-gedung oleh Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami sudah berkirim surat ke seluruh jajaran DPRD DKI untuk meminta pemerintahan Gubernur DKI untuk melakukan pengecekan apakah gedung-gedung itu sudah mempertimbangkan faktor-faktor bencana," ujarnya.
Adapun di internal PDIP, lanjut Hasto, pihaknya mendorong kepada Baguna untuk mempersiapkan tim dalam menghadapi bencana basah tanah longsor dan banjir seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kami juga melakukan evaluasi terhadap penanganan bencana di Palu Sulawesi Barat itu paling aktif mengirim yang pertama diikuti di Sulawesi Selatan dan berbagai tugas-tugas penanggungulangan bencana itu kami lakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas dan tanggungjawab Baguna di dalam menolong rakyat," tandasnya.
(ysw)