Bogor Akan Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Korban Puting Beliung
Selasa, 11 Desember 2018 - 18:03 WIB
Bogor Akan Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Korban Puting Beliung
A
A
A
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp3,8 miliar dan Bantuan Sosial (Bansos) sekitar Rp2,2 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk meringankan beban korban bencana angin puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu.
Selain itu, karena jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 1.697 unit, Pemkot juga bakal memberikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) secara gratis selama satu tahun.
"Kita akan mengkoordinasikan terlebih dahulu terkait penggunaan anggarannya. Untuk sementara anggaran yang diusulkan itu masing-masing Rp10 juta bagi rumah rusak berat, Rp7,5 juta (rusak sedang) dan Rp5 juta (rusak ringan)," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018).
Meski demikian, pihaknya menegaskan, hal tersebut baru sebatas usulan, yang terpenting saat ini lanjut dia adalah menyediakan kebutuhan sandang pangan, kesehatan dan kebutuhan air bersih.
"Kita sudah membuka Posko Bantuan dibekas PT IMI di Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur, dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya membuka partisipasi warga untuk meringankan beban keluarga korban bencana puting beliung berupa pakaian, baju sekolah, terpal, selimut, obat, pampers, pembalut, karpet, sembako dan bantuan tunai melalui rekening Dinsos Kota Bogor yang akan segera diumumkan.
"Karena jumlah kerusakan akibat bencana ini mencapai 1.697 unit rumah yang terdampak. Saya juga mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot untuk menyumbangkan bantuan dengan fokus ke wilayah Bogor Selatan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor, Sujianto mengatakan pihaknya siap menampung korban bencana dengan mengisi rusunawa.
"Namun jumlahnya terbatas dari 320 unit rusun di Menteng Asri, Bogor Barat ada 10 unit dalam kondisi kosong yang diperuntukan khusus bagi korban bencana. Sedangkan di Cibuluh, Bogor Utara itu masih leluasa, karena masih banyak yang kosong," katanya.
Untuk penggunaannya, jika memang dalam kondisi mendesak rusunawa yang kosong itu bisa dipakai semua, tinggal disposisi dari Wali Kota. "Karena ini berkaitan dengan target pendapatan kami nantinya," katanya.
Pihaknya menjelaskan, bagi korban bencana yang menghuni rusunawa akan dibebaskan biaya alias gratis sewa selama 1 tahun, tetapi untuk pemakaian air dan listrik dibebankan kepada penghuni sesuai dengan tagihan.
"Untuk mekanisme jika ada warga korban bencana yang ingin menghuni rusunawa harus ada surat dari kelurahan dan kecamatan yang menyatakan mereka terkena bencana, kemudian ada KTP, KK, Surat Nikah, kemudian mengisi formulir mengisi data jumlah yang menghuni," ungkapnya.
Selain itu, karena jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 1.697 unit, Pemkot juga bakal memberikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) secara gratis selama satu tahun.
"Kita akan mengkoordinasikan terlebih dahulu terkait penggunaan anggarannya. Untuk sementara anggaran yang diusulkan itu masing-masing Rp10 juta bagi rumah rusak berat, Rp7,5 juta (rusak sedang) dan Rp5 juta (rusak ringan)," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018).
Meski demikian, pihaknya menegaskan, hal tersebut baru sebatas usulan, yang terpenting saat ini lanjut dia adalah menyediakan kebutuhan sandang pangan, kesehatan dan kebutuhan air bersih.
"Kita sudah membuka Posko Bantuan dibekas PT IMI di Cipaku untuk wilayah Bogor Selatan, Kantor Kecamatan Bogor Timur di Jalan Raya Pajajaran untuk wilayah Bogor Timur, dan di Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk wilayah Bogor Tengah," jelasnya.
Tak hanya itu, pihaknya membuka partisipasi warga untuk meringankan beban keluarga korban bencana puting beliung berupa pakaian, baju sekolah, terpal, selimut, obat, pampers, pembalut, karpet, sembako dan bantuan tunai melalui rekening Dinsos Kota Bogor yang akan segera diumumkan.
"Karena jumlah kerusakan akibat bencana ini mencapai 1.697 unit rumah yang terdampak. Saya juga mengajak organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot untuk menyumbangkan bantuan dengan fokus ke wilayah Bogor Selatan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rusunawa Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor, Sujianto mengatakan pihaknya siap menampung korban bencana dengan mengisi rusunawa.
"Namun jumlahnya terbatas dari 320 unit rusun di Menteng Asri, Bogor Barat ada 10 unit dalam kondisi kosong yang diperuntukan khusus bagi korban bencana. Sedangkan di Cibuluh, Bogor Utara itu masih leluasa, karena masih banyak yang kosong," katanya.
Untuk penggunaannya, jika memang dalam kondisi mendesak rusunawa yang kosong itu bisa dipakai semua, tinggal disposisi dari Wali Kota. "Karena ini berkaitan dengan target pendapatan kami nantinya," katanya.
Pihaknya menjelaskan, bagi korban bencana yang menghuni rusunawa akan dibebaskan biaya alias gratis sewa selama 1 tahun, tetapi untuk pemakaian air dan listrik dibebankan kepada penghuni sesuai dengan tagihan.
"Untuk mekanisme jika ada warga korban bencana yang ingin menghuni rusunawa harus ada surat dari kelurahan dan kecamatan yang menyatakan mereka terkena bencana, kemudian ada KTP, KK, Surat Nikah, kemudian mengisi formulir mengisi data jumlah yang menghuni," ungkapnya.
(mhd)