Menhub Minta Taksi di Bandara Ahmad Yani Tak Dimonopoli

Sabtu, 08 Desember 2018 - 07:27 WIB
Menhub Minta Taksi di...
Menhub Minta Taksi di Bandara Ahmad Yani Tak Dimonopoli
A A A
SEMARANG - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut taksi yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani, Semarang, masih didominasi operator tertentu. Mestinya, taksi yang beroperasi di kawasan tersebut juga melibatkan operator lain agar memberi keleluasaan kepada penumpang.

"Untuk yang sekarang pas (jumlah armada taksi), tapi dia eksklusif. Mestinya segini (jumlahnya) tapi beberapa operator taksi," kata Budi Karya di sela kunjungan ke Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Jumat (7/12/2018).

Sekadar diketahui, saat ini taksi di Bandara Ahmad Yani yang beroperasi masih didominasi dari Taksi Bandara Primer Koperasi Taksi Angkatan Darat (Primkopad) S-16. Untuk itu, operator taksi yang lain bisa ikut bergabung menawarkan jasa angkutan di bandara tersebut.

"Taksi itu memang harus semuanya bisa digunakan, tapi memang harus ada daya dukung. Oleh karenanya bisa saja saja gabung, ada Penerbad (Taksi Bandara Primkopad), ada yang lain. Tapi jumlahnya itu harus dibatasi, kalau Lebih malah mereka kontraproduktif," jelas dia.

Dia juga memberi catatan, operator taksi lain yang ingin bergabung di Bandara Ahmad Yani tetap harus mengutamakan pelayanan terbaik bagi penumpang. Sebab, Semarang menjadi salah satu daerah yang dikenal menjadi destinasi wisata.

"Tentunya sopan santun, terus pengetahuan di mana restoran, bagaimana menyapa penumpang, mesti ditingkatkan. Karena Semarang makin hari diharapkan sebagai destinasi wisata juga," tukasnya.

Untuk mengetahui tingkat pelayanan dan kesejahteraan sopir taksi yang beroperasi di bandara, Budi Karya menyempatkan menggunakan armada tersebut menuju ke Kampus PIP Semarang. Dia mengaku banyak berinteraksi dengan sopir dan mengumpulkan informasi.

"Saya memang naik taksi. Ingin tahu apa yang mereka alami. Mereka enjoy dengan mengendarai taksi, dia sudah 5 tahun mengendarai itu, dengan pendapatan yang relatif cukup dari Rp30 ribu sampai Rp50 ribu," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Bandara Jenderal Ahmad...
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Kembali Berstatus Internasional
Ironi Bandara di Indonesia,...
Ironi Bandara di Indonesia, Dibangun Mewah dan Megah tapi Sepi Bak Kuburan
Penyesuaian Biaya PCR...
Penyesuaian Biaya PCR di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang
Sempat Ditutup karena...
Sempat Ditutup karena Banjir, Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang Kembali Normal
Penerbangan Internasional...
Penerbangan Internasional dari Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Dibuka, Diawali Umrah
Bandara A Yani Berstatus...
Bandara A Yani Berstatus Internasional, DPR: Semarang Jadi Pusat Konektivitas Global
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
13 menit yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
4 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
5 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
5 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
5 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved