Banjir Parah Kaligawe, Ganjar: Saya Minta Maaf, Saya Tanggung Jawab

Selasa, 04 Desember 2018 - 16:35 WIB
Banjir Parah Kaligawe,...
Banjir Parah Kaligawe, Ganjar: Saya Minta Maaf, Saya Tanggung Jawab
A A A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi lokasi banjir di jalur pantura Kaligawe Semarang. Jalur yang menjadi urat nadi perekonomian itu terendam banjir setinggi 50 sentimeter selama dua hari terakhir.

"Saya meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan ini. Saya merasa bertanggung jawab, makanya saya hari ini langsung meninjau kondisi banjir ini," kata Ganjar di sela meninjau beberapa titik banjir, Selasa (4/12/2018).

Ganjar yang baru tiba dari Jeddah, Arab Saudi itu langsung berkeliling untuk mengecek lokasi-lokasi yang tergenang banjir dan rob di Kota Semarang. Seperti di bawah jembatan tol Kaligawe, Genuk, Terminal Terboyo, proyek normalisasi Kali Sringin, dan lokasi lainnya.

"Yang sekarang kami lakukan adalah tindakan darurat. Kami sudah sediakan enam pompa baru di daerah Kaligawe ini yang mudah-mudahan bisa membantu menyelesaikan. Memang di Kaligawe ini banjirnya cukup membuat transportasi macet, jadi membutuhkan tindakan kedaruratan ekstra," ujarnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi bencana tersebut. Selain penambahan pompa, Ganjar juga meminta Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan mobil derek di sekitar kawasan Kaligawe. Sebab dari pantauan, ada beberapa kendaraan yang mogok terjebak banjir. (Baca juga: Ini Penyebab Banjir Kaligawe Menurut Wali Kota Semarang )

"Harus segera, kalau perlu standby terus di lokasi. Kasihan mereka yang mogok," ucapnya.

Dia juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk mempercepat normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan beberapa sungai lainnya. "Kalau BKT dan sungai-sungai lain selesai dinormalisasi, kampung-kampung yang terendam tadi bisa selesai," katanya.

Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno yang juga mendampingi Ganjar menegaskan jika normalisasi proyek BKT akan selesai pada 2019 nanti. "2019 selesai, progres sudah 90%. Namun kami masih memiliki kendala terkait masih adanya warga yang menempati bantaran BKT. Masih ada sekitar 97 Kepala Keluarga yang belum mau pindah," katanya.

Mendengar laporan itu, Ganjar berharap kepada warga yang masih tinggal di bantaran BKT untuk segera pindah. Sebab, normalisasi BKT merupakan proyek yang mendesak diselesaikan untuk mengatasi banjir dan rob di Kota Semarang. (Baca juga: Banjir Pantura Kaligawe Masih Parah, Banyak Sepeda Motor Mogok )
(amm)
Berita Terkait
Mobil Ganjar Terjebak...
Mobil Ganjar Terjebak Macet Parah di Sayung Demak Akibat Banjir Rob
Ingat Jasa Ganjar Bangun...
Ingat Jasa Ganjar Bangun Tanggul Laut, Warga Pekalongan: Kini Tidak Banjir Rob Lagi
BNPB Imbau Masyarakat...
BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Sahabat Ganjar Salurkan...
Sahabat Ganjar Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Rob Semarang
Atasi Banjir Rob Pekalongan,...
Atasi Banjir Rob Pekalongan, Ganjar Janji Sedot Dana Pusat Rp3 Triliun
Santri Ganjar Kalsel...
Santri Ganjar Kalsel Gelar Pelatihan Tanggap Banjir Rob di Banjar
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
5 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
6 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
8 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
8 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
8 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
9 jam yang lalu
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved