Ajang Silaturahmi, PBNU Persilakan Aksi Reuni 212 di Monas

Kamis, 29 November 2018 - 18:24 WIB
Ajang Silaturahmi, PBNU...
Ajang Silaturahmi, PBNU Persilakan Aksi Reuni 212 di Monas
A A A
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempersilakan aksi reuni 212 yang bakal digelar di Monas, Jakarta Pusat, Minggu 2 Desember 2018, jika untuk ajang silaturahmni. Karena, silaturahmi merupakan perintah agama.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengatakan, pihaknya tidak melarang aksi reuni 212 jika untuk ukhuwah islamiyah. Tentu, kata dia, itu merupakan hal yang baik.

"Kalau kegiatan itu dimaksudkan sebagai ajang silaturahim, silakan saja. Toh itu bagian dari upaya mempererat persaudaraan di antara sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah). Karena silaturahim (mempererat tali persaudaraan) adalah perintah agama," kata Robikin dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Kamis (29/11/2018).

Meski begitu, dia berpesan, agar aksi reuni 212 itu dilakukan dengan tetap menjujung tinggi adab dan tata cara bersilaturahim. Oleh karena itu, dia mengimbau, agar peserta aksi menjaga ucapan dan tindakan.

"Jaga ketertiban dan jangan mengungkapkan kalimat yang dapat dimaknai sebagai ujaran kebencian, serta jangan ada adu domba," pungas Robikin.

Selain itu, kata dia, upaya memperkokoh ukhuwah islamiyah tidak boleh diciderai dengan melakukn tindakan-tindakan yang berpotensi merusak harmoni sosial sebagai sesama warga negara (ukhuwah wathaniyah) maupun warga dunia sebagai sesama anak manusia (ukhuwah insaniyah).

"Jangan sampai niat baik mempererat silaturahim, meningkatkan ukhuwah islamiyah dalam forum Reuni 212 justru merusak ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah. Tiga matra persaudaraan (ukhuwah) tersebut harus berada dalam satu tarikan nafas. Tidak boleh dipilah dan hanya diambil salah satunya," paparnya.

Yang juga penting, kata dia, dalam Reuni 212 juga jangan terjadi politisasi agama. Dalam bingkai NKRI, mari jadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi.

"Mari jadikan agama untuk pemuliaan harkat dan martabat kemanusiaan, untuk meningkatkan etos kerja dan daya saing kita sebagai bangsa serta mempertinggi peradaban dunia. Bukan menempatkan agama sebagai alat meraih suara dalam politik elektoral," tegas Robikin.
(mhd)
Berita Terkait
Fadli Zon: Yang Bersenjata...
Fadli Zon: Yang Bersenjata Dibilang Saudara, Yang Reuni Dimusuhi
Ribuan Orang Gemakan...
Ribuan Orang Gemakan Free Palestine di Reuni 212
Pandemi Covid-19 dan...
Pandemi Covid-19 dan Aksi Reuni 212 yang Tertunda
Ribuan Orang Padati...
Ribuan Orang Padati Monas Ikuti Reuni 212 dan Aksi Bela Palestina
Polisi Ancam Pidana...
Polisi Ancam Pidana Peserta Aksi Reuni 212
Massa Aksi Reuni 212...
Massa Aksi Reuni 212 Membubarkan Diri dengan Tertib
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
4 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
9 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
9 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
10 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
10 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
10 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved