2019, Polda Metro Bakal Tambah CCTV Awasi Pelanggar lalu Lintas

Minggu, 25 November 2018 - 13:58 WIB
2019, Polda Metro Bakal...
2019, Polda Metro Bakal Tambah CCTV Awasi Pelanggar lalu Lintas
A A A
JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya berencana akan memperluas sistem Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di tahun 2019. Mencapai hal itu, 81 kamera Closed Circuit Television (CCTV) bakal dipasang di 25 titik.

Di sisi lain pengadaan serta pemasangan CCTV membutuhkan anggaran besar. Karena itu, Pemprov DKI berencana membantu pengadaan mulai dari pemasangan tiang hingga membantu pengadaan CCTV.

"Tahun depan, insya Allah kita pasang semuanya. Satu titik satu simpang, kamera yang terpasang tidak hanya satu, bisa dua bisa tiga," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018).

Sebelumnya, diberitakan KORAN SINDO, ETLE berencana akan dipasang di beberapa titik di seluruh ruas jalanan Jakarta. Lokasi keramaian, seperti Monas dan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) menjadi titik yang bakal di pasang. Selain itu, ETLE juga akan di tempatkan dibeberapa objek vital, seperti Istana Negara dan Gedung DPR MPR Senayan.

Yusuf melanjutkan, sistem ETLE mulai membaik, masyarakat mulai tertib berlalu lintas, hal ini terlihat dari pelanggar mulai berkurang setelah di terapkannya ETLE di dua titik jalan, yakni Bundaran Patung Kuda dan Persimpangan Sarinah.

Termasuk saat penindakan ETLE mulai 1 November 2018 kemarin. Hingga, Jumat 23 November 2018 lalu pihaknya mencatat 2.441 kendaraan melakukan pelanggaran sejak penindakan dimulai. Ia mengakui dari ribuan pelanggaran itu, konfirmasi sudah dilakukan oleh 1.327 pemilik kendaraan.

"134 kendaraan sudah membayar, dan 124 sudah vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," jelas Yusuf.

Yusuf melanjutkan berbeda dengan CCTV yang tersebar di sejumlah Gedung. CCTV ETLE memeliki karakteristik berbeda, salah satunya Automatic Number Plate Recognition (ANPR) atau berteknologi tinggi.

Dalam speknya, kamera ini diketahui memiliki dua jenis kamera, pertama kamera dengan diameter lensa 40 milimeter dengan 3 megapixel dan kamera diameter lensa 16 milimeter dengan 9 megapixel. Keduanya mampu menyimpan data hingga 128 gigabyte.

Camera buatan Cina ini mampu melakukan perekaman dan mendukung semua jenis kendaraan, serta mampu merekam kecepatan hingga 250 km/jam.

Meskipun tidak mendetail berapa harga satu unit kameranya. Namun Yusuf menyakini spek seperti ini sangat cocok untuk dipasang di Jakarta. Ia pun optimis 81 CCTV yang direncanakan itu, dapat terpasang tahun depan, sebab Pemprov DKI siap membantu dalam anggaran.

"Tiang sama kamera. Pak Gubernur minta diusulkan. Besok saya bikin langsung rincian anggarannya," jawab Yusuf ditanya peran DKI dalam ETLE.

Termasuk soal rencana menyambungkan ke Plat Daerah, Yusuf mengakui pihaknya tengah mengupayakan menyambungkan data dari Korp Lalu Lintas (Korlantas) ke Polda Metro Jaya.

"Paling gampang. Hari ini juga bisa sebenarnya. Tapi kami belum siap," kata Yusuf.

Sementara itu, Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono menyambut baik dengan sistem ETLE yang diterapkan Polda Metro Jaya. Ia mengatakan, program ini merupakan pilot project dalam perkembangan teknologi tilang di Indonesia. Karenanya ia berharap sistem ini menjadi skala Nasional dan diterapkan di beberapa kota di Indonesia.

"Insya Allah, karena sesuatu yang sangat positif dan baik pastinya akan kita teruskan. Aplikasi ini sudah ada, sistem ini sudah ada, tinggal menambah kekuatan saja, tinggal nambah kekuatan jaringannya, kita tambah hardwarenya nanti maka seluruh Indonesia akan tergelar," papar Ari yang hadir dalam kesempatan itu.

Meski demikian untuk menerapkan sistem ETLE di seluru Indonesia, Wakapolri melihat, kesiapan anggaran menjadi kendala pemasangan di daerah. Sebab anggaran di daerah tak sebesar di DKI. Karena itu pihaknya takkan menyerah untuk terus mengajukan sistem ETLE.

"Diperlukan anggaran untuk memasang alat ini. Tahun depan kita akan anggarkan, tahun depannya lagi kita ajukan. Sekarang kita harapkan ini didengar semua," jelasnya.

Sependapat dengan Dirlantas, Ari melihat penerapan sistem ETLE mampu mengurangi polisi dilapangan. Terlebih sistem ini mampu menciptakan disiplin pengendara dalam berlalu lintas. Karena itu ia berharap kedepannya melalui ini jumlah polisi di jalanan kian berkurang dan tak perlu lagi memasang patung patung polisi.

Ia kemudian mencontohkan seperti di Jepang yang lebih dahulu memasang ETLE. Pengendara disana kian disiplin, sekalipun budaya Jepang sudah disiplin. Selain untuk meningkatkan disiplin berkendara, CCTV ETLE dianggap mampu menciptakan rasa aman.

"Bicara aman, sekarang sudah rangking sembilan. Tapi untuk bicara kesadaran ketertiban entah nomor berapa. Dengan cctv negara lain pun sama. Singapura contohnya, orang Singapura kalo Sabtu Minggu berlibur di medan melanggar juga dia, tapi orang medan kalau ke Singapura tertip juga, kenapa? banyak mata (CCTV) tadi," tuturnya.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui pihaknya mendukung penuh penerapan CCTV ETLE. Karena itu, dirinya akan membantu dalam registrasi kendaraan bermotor di Jakarta, melalui data kependukan, Anies yakin registrasi dapat dilakukan.

Sejauh ini, Anies mencatat sekitar Rp2 triliun uang DKI di masyarakat, dengan rincian, Rp1,2 triliun dari sekitar 700 ribu mobil dan Rp855 miliar dari 4 juta kendaraan roda dua. Karena itu dengan ETLE, Anies mengharapkan dorongan masyarakat melakukan registrasi ulang kendaraanya. Perapihan administrasi bisa terjadi.

"Kita dukung dan mudah-mudahan nanti bisa lebih luas, sekarang baru di koridor Sudirman-Thamrin. Tadi saya bicara dengan Dirlantas Insya Allah nanti dimulai di tempat tempat yang ada keramaian. Sekarang sedang dikaji oleh Polda," ucap Anies.

Menanggapi sistem ETLE, Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Komjen Pol Syaifruddin menjelaskan reformasi teknologi harus dilakukan Indonesia, sebagaimana target negara mencapai 1 abad Hari Jadi 2045 mendatang.

"Kita merencanakan the big five in the world, jadi harus ada perubahan, terutama dalam teknologi," kata Syaifruddin.

Karena itu dengan diterapkan sistem ETLE, akan menjadi motor untuk menciptakan pemerintah baik, sebab sepengetahuannya, ETLE mampu memutus birokrasi.

"Ini bagian dari inovasi pelayanan publik. Bagaimana negara mendekatkan pelayanan publiek. Tentu bisa dilakukan semua ke seluruh Indonesia. Saya sudah menggambarkan semua steak holder, sudah melakukan kesamaan," tutupnya.

Selain melaunching dan meresmikan sistem ETLE, acara juga diisi dengan peresmian sistem Integrated Vehicle dan Indentification System (IVRIS) dan SMS Gateway 8893. Dua sistem ini merupakan sistem baru yang merupakan pertama kali di luncurkan di Indonesia.
(mhd)
Berita Terkait
Terjaring Kamera Mata...
Terjaring Kamera Mata Elang Jalanan? Bongkar Cara Mudah Cek dan Bayar Tilang Elektronik Sebelum Dompet Jebol!
Jangan Sampai Terekam,...
Jangan Sampai Terekam, Ini Tips Menghindari Tilang ETLE
Perbedaan Penipuan Surat...
Perbedaan Penipuan Surat Tilang di WA dengan yang Asli
Mobil Sudah Dijual 5...
Mobil Sudah Dijual 5 Tahun Lalu, WNA Belanda di Bali Dapat Surat Tilang Elektronik dari Polisi
28 April, Batam Bakal...
28 April, Batam Bakal Terapkan ETLE
Viral Modus Surat Tilang...
Viral Modus Surat Tilang lewat WhatsApp, Pakar: Rekening Korban Bisa Bobol
Berita Terkini
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
49 menit yang lalu
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
55 menit yang lalu
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
1 jam yang lalu
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
2 jam yang lalu
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
2 jam yang lalu
Kebakaran Landa Permukiman...
Kebakaran Landa Permukiman Warga di Pulogadung, 3 Orang Tewas dan 1 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Atasi Tawuran, Pemprov...
Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved