Gerindra Ulur Posisi Cawagub DKI, PKS: Itu Bisa Berdampak ke Pilpres
Sabtu, 17 November 2018 - 01:31 WIB
Gerindra Ulur Posisi Cawagub DKI, PKS: Itu Bisa Berdampak ke Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Kursi orang nomor dua di Jakarta hingga hari belum terisi. Partai Gerindra seolah sengaja mengulur waktu dengan menggunakan sistem fit and proper test kepada Partai keadilan Sejahtera (PKS).
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengatakan bahwa pihaknya hanya sekadar mengikuti keinginan Partai Gerindra. "Kita berharap, saya juga sudah sampaikan sebenarnya fit and proper test itu tidak ada ya. Cuma karena Gerindra mengatakan itu adalah prosedur, maka akan kita hormati. Tapi jangan ini untuk mengulur-ulur apalagi (menunda-nunda kekosongan wagub)," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11/2018).
Menurutnya, apabila benar Gerindra sengaja mengulur-ulur proses pemilihan cawagub maka akan berdampak buruk. Sebab, ia menilai posisi Wagub DKI adalah haknya PKS.
"Kemarin di Najwa kan kita bilang semakin diulur-ulur kita khawatir masyarakat tak percaya pada Pak Taufik. Dampaknya bukan hanya pada PKS aja. Karena yang menunggu itu banyak dan orang enggak tahu kalau itu hak nya PKS," lanjutnya.
Suhaimi menambahkan, dampak buruk dari penguluran proses pemilihan wagub akan berdampak pada Pilpres 2019. "Semakin ada kesan itu dipersulit dan diulur-ulur itu dampaknya semakin (negatif) ya pada Gerindra. Dan itu bisa berdampak pada pilpres," tutupnya.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi mengatakan bahwa pihaknya hanya sekadar mengikuti keinginan Partai Gerindra. "Kita berharap, saya juga sudah sampaikan sebenarnya fit and proper test itu tidak ada ya. Cuma karena Gerindra mengatakan itu adalah prosedur, maka akan kita hormati. Tapi jangan ini untuk mengulur-ulur apalagi (menunda-nunda kekosongan wagub)," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (16/11/2018).
Menurutnya, apabila benar Gerindra sengaja mengulur-ulur proses pemilihan cawagub maka akan berdampak buruk. Sebab, ia menilai posisi Wagub DKI adalah haknya PKS.
"Kemarin di Najwa kan kita bilang semakin diulur-ulur kita khawatir masyarakat tak percaya pada Pak Taufik. Dampaknya bukan hanya pada PKS aja. Karena yang menunggu itu banyak dan orang enggak tahu kalau itu hak nya PKS," lanjutnya.
Suhaimi menambahkan, dampak buruk dari penguluran proses pemilihan wagub akan berdampak pada Pilpres 2019. "Semakin ada kesan itu dipersulit dan diulur-ulur itu dampaknya semakin (negatif) ya pada Gerindra. Dan itu bisa berdampak pada pilpres," tutupnya.
(kri)