Pemerintah Diharapkan Bangun Hunian Berbasis Pekarangan

Kamis, 15 November 2018 - 06:01 WIB
Pemerintah Diharapkan...
Pemerintah Diharapkan Bangun Hunian Berbasis Pekarangan
A A A
PALU - Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendesak Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Kota untuk membangun Hunian Sementara berbasis pekarangan agar program pemulihan pasca-bencana lebih maksimal.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulteng Masyur mengatakan, pembangunan hunian sementara dan tetap bagi warga korban bencana perlu mempertimbangkan banyak aspek. Sehingga hunian sementara dan hunian tetap yang akan dibangun tidak mubazir dan sekadar kejar tayang.

"Ini proyek besar yang sedini mungkin diantisipasi. Hal utama dan terpenting dari semua itu adalah peruntukannya dapat dinikmati dengan aman dan nyaman bagi mereka yang berhak," kata Masykur, Rabu 14 November 2018.

Menurut Masykur aspek yang harus dipertimbangkan di antaranya partisipasi warga. Model pendekatan program pun mesti disandarkan pada konteks dan karakteristik warga korban bencana. Bukan sebaliknya, asal bangun melalui pendekatan proyek.
Jadi ada baiknya hal tersebut dilihat secara jernih dan utuh agar program di masa pemulihan sukses memulihkan warga korban bencana di Sulawesi Tengah.

"Sebagai korban, mereka mesti dilibatkan mulai dalam proses perencanaan, pelaksanaan sampai tahap akhir. Sebab, program tersebut satu kesatuan dengan pemulihan warga korban pasca bencana gempa, tsunami dan likuifaksi," tuturnya.

Oleh karena itu model pendekatan program pun mestinya didasarkan pada konteks dan karakteristik warga korban bencana. Sebab model pengungsian di lapangan beragam. Ada yang yang terkonsentrasi dalam jumlah besar di lapangan dan masing-masing mendirikan tenda pengungsian di halaman rumah.

"Membangun Huntara di pekarangan rumah warga sama artinya dengan menyandarkan program pemulihan sebagai satu kesatuan tak terpisah dari penanganan pasca bencana menuju Sulteng Bangkit Bersama," tuturnya.

Seperti diketahui sampai saat sekitar puluhan ribu Kepala Keluarga masih tinggal beralaskan tanah dan beratap tenda di halaman rumah. Sebab, rumah mereka tidak layak dan aman lagi dihuni di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.
(wib)
Berita Terkait
Gempa M5,6 Guncang Buol...
Gempa M5,6 Guncang Buol Sulawesi Tengah
Gempa M4,5 Guncang Poso...
Gempa M4,5 Guncang Poso Sulawesi Tengah
BMKG Mencatat 74 Kali...
BMKG Mencatat 74 Kali Rentetan Gempa Guncang Soropia Sulteng Sejak 25 Maret 2022
Gempa M5,2 Guncang Tojo...
Gempa M5,2 Guncang Tojo Una Una Sulteng, Begini Analisis BMKG
Gempa Magnitudo 6,0...
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Poso Sulawesi Tengah
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Morowali Sulawesi Tengah
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
44 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved