Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Gegerkan Warga Semarang
Sabtu, 03 November 2018 - 19:29 WIB
Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Gegerkan Warga Semarang
A
A
A
SEMARANG - Sesosok mayat perempuan mengambang di Sungai Kaligondang Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, gegerkan warga sekitar. Semula mayat tersebut diduga boneka yang mengenakan celana pendek warna hitam.
Penemuan mayat itu awalnya diketahui Edi (48) warga Taman Anyelir Blok L5 Nomor 1 Perum Graha Padma, Kelurahan Tambakharjo, Semarang. Pria yang menjabat Ketua RT setempat itu tengah berolahraga pagi bersama sejumlah warga lainnya.
Saat jogging itulah dia melihat seperti boneka yang hanyut di Sungai Kaligondang. Edi pun mengajak warga lainnya untuk mengecek kembali karena cahaya matahari belum sempurna menyinari lokasi.
Warga pun terkejut, karena sosok tersebut bukan boneka melainkan mayat perempuan. "Setelah dicek kembali ternyata orang meninggal, sudah dalam keadaan membusuk," ujar Edi saat dimintai keterangan oleh polisi, Sabtu (3/11/2018).
Warga pun bergegas melapor kepada petugas keamanan di perumahan tersebut. Tak berselang lama, polisi bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk proses penyelidikan.
"Jenazah selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RS dr Kariadi Semarang dan dilakukan visum et repertum atau visum luar oleh dokter forensik. Dari pemerisaan sementara diketahui, korban berusia sekira 40 - 50 tahun, tinggi badan 150 sentimeter, berat 73 kilogram," kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Doni Listianto.
Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sejak 3-4 hari lalu. Kondisi korban sudah mengalami fase pembusukan mayat, dengan jari-jari tangan mulai hancur. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau bekas penganiayaan.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan cirri-ciri tersebut diminta segera menghubungi polisi terdekat. "Saat ditemukan korban memakai kaos lengan panjang berwarna warna hitam, celana pendek berwarna hitam. Warna kulit hitam, dan posisi tidur telentang," pungkasnya.
Penemuan mayat itu awalnya diketahui Edi (48) warga Taman Anyelir Blok L5 Nomor 1 Perum Graha Padma, Kelurahan Tambakharjo, Semarang. Pria yang menjabat Ketua RT setempat itu tengah berolahraga pagi bersama sejumlah warga lainnya.
Saat jogging itulah dia melihat seperti boneka yang hanyut di Sungai Kaligondang. Edi pun mengajak warga lainnya untuk mengecek kembali karena cahaya matahari belum sempurna menyinari lokasi.
Warga pun terkejut, karena sosok tersebut bukan boneka melainkan mayat perempuan. "Setelah dicek kembali ternyata orang meninggal, sudah dalam keadaan membusuk," ujar Edi saat dimintai keterangan oleh polisi, Sabtu (3/11/2018).
Warga pun bergegas melapor kepada petugas keamanan di perumahan tersebut. Tak berselang lama, polisi bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk proses penyelidikan.
"Jenazah selanjutnya dievakuasi ke kamar mayat RS dr Kariadi Semarang dan dilakukan visum et repertum atau visum luar oleh dokter forensik. Dari pemerisaan sementara diketahui, korban berusia sekira 40 - 50 tahun, tinggi badan 150 sentimeter, berat 73 kilogram," kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Doni Listianto.
Korban diperkirakan sudah meninggal dunia sejak 3-4 hari lalu. Kondisi korban sudah mengalami fase pembusukan mayat, dengan jari-jari tangan mulai hancur. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau bekas penganiayaan.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan cirri-ciri tersebut diminta segera menghubungi polisi terdekat. "Saat ditemukan korban memakai kaos lengan panjang berwarna warna hitam, celana pendek berwarna hitam. Warna kulit hitam, dan posisi tidur telentang," pungkasnya.
(nag)